Berita

Efisiensi Anggaran, Delapan Program Pelatihan di BLK Blora Dihentikan

×

Efisiensi Anggaran, Delapan Program Pelatihan di BLK Blora Dihentikan

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) – Kegiatan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Blora turun drastis pada semester II tahun 2025. Dari banyak program yang biasanya berjalan setiap tahun, kini hanya tersisa satu pelatihan tata boga.

“Hingga akhir tahun 2025, tidak ada lagi kegiatan pelatihan lain di BLK selain tata boga” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinnaker) Blora, Endro Budi Dermawan, Selasa (12/08/2025).

Endro menjelaskan, bahwa program ini bukanlah inisiatif murni dari BLK Blora, melainkan bagian dari pelaksanaan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang.

Sejak awal tahun, terang Endro, BLK Blora telah menyelenggarakan 20 kelas pelatihan, masing-masing diikuti 16 peserta, sehingga total mencapai 320 peserta.

“Total ada 320 peserta yang ikut dalam pelatihan di BLK tahun ini,” ujar Endro.

Namun, lanjut Endro, situasi berubah drastis menyusul terbitnya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran.

“Tahun ini, sebelum efisiensi anggaran, BLK Blora mendapat jatah 11 program dari Kementerian Ketenagakerjaan RI dan BBPVP Semarang. Tapi delapan program harus dihentikan,” terang Endro.

Akibatnya, tambah Endro, program seperti pelatihan batik, pembuatan roti dan kue, desain grafis, service sepeda motor, las, menjahit, dan tata rias pengantin terpaksa dibatalkan.

“Ada beberapa program yang seharusnya dijalankan dua kali dalam setahun. Jadi total ada 128 kuota peserta pelatihan yang hilang,” tambah Endro.

Sebagai alternatif, Kepala UPTD BLK Dinperinnaker Blora, Dwi Hanto Bagus Sulistyono, menyampaikan bahwa pihak BLK kini mengalihkan perhatian ke program Mobile Training Unit (MTU) yang dibiayai oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Blora.

“MTU itu kita yang datang langsung ke desa‑desa untuk mengadakan pelatihan. Jadi tidak diadakan di BLK, tapi jemput bola ke lapangan. Sementara sampai akhir tahun, kegiatan di gedung BLK tidak ada,” ujar Dwi Hanto.

Rencananya, jelas Dwi Hanto, program MTU akan berjalan di tiga lokasi berbeda, dengan tiga keterampilan yang ditargetkan seperti, las, service motor, dan tata kecantikan. Dwi Hanto berharap kemampuan ini dapat menjangkau 48 peserta, karena setiap program melibatkan 16 orang.

“Untuk satu program pelatihan ada 16 peserta. Jadi target MTU nanti bisa menjangkau 48 peserta,” pungkas Dwi Hanto.***