Berita

Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Gandu, Sumur Minyak Rakyat Dekat Permukiman Akan Ditutup

×

Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Gandu, Sumur Minyak Rakyat Dekat Permukiman Akan Ditutup

Sebarkan artikel ini
module: a; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: SFHDR; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 83.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

BLORA, (blora-ekspres.com) – Kebakaran sumur minyak ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Blora, membuat puluhan warga harus dievakuasi. Sedikitnya 50 kepala keluarga (KK) terpaksa meninggalkan rumah mereka demi menghindari bahaya dari kobaran api yang belum berhasil dipadamkan hingga Senin (18/08/2025).

Kepala Desa Gandu, Iwan Sucipto, menjelaskan bahwa saat ini sebagian warga mengungsi ke posko darurat, sementara lainnya menumpang di rumah kerabat.

“Yang dievakuasi sekitar 50 KK, tapi yang tinggal di posko hanya 15 KK. Sebagian besar lebih memilih mengungsi di rumah saudara karena lebih aman,” ujar Iwan.

Menurut Iwan, aktivitas pengeboran minyak ilegal di desanya sudah berlangsung sekitar dua tahun terakhir dengan jumlah mencapai puluhan titik.

“Kurang lebih ada 60 sumur di wilayah kami. Dulu awalnya warga hanya mengebor untuk mencari air bersih, tapi ada yang menemukan minyak. Sejak itu, sumur-sumur minyak mulai bermunculan, sebagian dikelola warga, sebagian lagi oleh orang dari luar desa,” jelas Iwan.

Ia menegaskan bahwa pihak desa bersama aparat sudah sering mengingatkan warga agar tidak melakukan pengeboran sembarangan, terutama di dekat permukiman.

“Kami selalu menekankan agar jangan sampai ada sumur di dekat rumah warga. Regulasi jelas, harus ada izin. Tapi karena aktivitas ini ilegal, risikonya sangat besar, dan akhirnya terbukti dengan kebakaran kemarin,” kata Iwan.

Menyikapi musibah ini, pemerintah desa memastikan akan mengambil langkah tegas untuk menutup sumur-sumur minyak yang berlokasi di sekitar permukiman warga.

“Dengan adanya kebakaran ini, kami turut berduka cita. Tapi kami juga belajar, supaya tidak terulang kembali, sumur minyak yang ada di permukiman akan ditutup. Total ada lima sumur aktif yang dekat dengan rumah warga, dan itu yang akan diprioritaskan,” tegas Iwan.

Iwan menambahkan, peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat.

“Selama ini warga belum benar-benar merasakan bahayanya, tapi setelah kejadian ini baru terasa. Jadi lebih baik sumurnya ditutup daripada sekadar dipindahkan,” pungkas Iwan.