BLORA, (blora-ekspres.com) – Kebakaran sumur minyak rakyat di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, membuat sedikitnya 800 warga terpaksa mengungsi. Para pengungsi kini tersebar di beberapa titik, mulai dari balai desa hingga rumah kerabat dan warga sekitar.
Kepala Dinas Sosial P3A Blora, Luluk Kusuma, mengatakan pihaknya bergerak cepat menyiapkan kebutuhan logistik bagi para pengungsi.
“Jumlah pengungsi saat ini ada sekitar 800 orang, tersebar di beberapa titik. Sebagian ada yang tinggal di rumah warga. Kami siapkan 800 paket logistik, ditambah 100 dari tim gabungan, jadi total kami masak kurang lebih 900 paket,” ujar Luluk, saat ditemui dilokasi pengungsian Senin (18/08/2025) malam.
Menurut Luluk, jumlah pengungsi terus bertambah sejak hari pertama karena banyak warga memilih meninggalkan rumah akibat rasa takut.
“Dari hari pertama jumlahnya terus bertambah, karena ada kekhawatiran dan ketakutan warga sekitar. Mereka memilih bergeser ke tempat yang lebih aman. Beberapa warga juga mengungsi di Balai Desa Gandu,” jelas Luluk.
Untuk distribusi bantuan, Dinsos bekerja sama dengan relawan setempat.
“Pengalaman kita di beberapa kabupaten, distribusi logistik biasanya disinkronkan dengan relawan lokal. Tadi sudah koordinasi dengan Karangtaruna dan Tim Penggerak PKK. Setelah masak selesai, mereka siap melakukan dropping logistik ke titik pengungsian,” kata Luluk.
Selain kebutuhan pangan, Dinsos juga menyiapkan dukungan psikososial bagi warga yang terdampak.
“Kondisi sejauh ini memang aman, tapi ada warga yang masih khawatir dan trauma. Kami sudah koordinasi dengan Dinsos P3A Blora, dan kalau dibutuhkan pendampingan psikologi, tim kami siap turun,” tegas Luluk.
Luluk menambahkan, dapur umum telah beroperasi sejak pagi untuk melayani kebutuhan makan pengungsi.
“Sejak tadi pagi dapur umum sudah berjalan. Makanan diberikan tiga kali sehari. Kemarin juga sempat dibantu oleh pak lurah,” tutup Luluk.***











