BLORA, (blora-ekspres.com) – Pemerintah Kabupaten Blora bersama jajaran Polres Blora terus mematangkan persiapan menghadapi arus mudik dan perayaan Lebaran 1447 Hijriah. Hal ini ditandai dengan digelarnya rapat koordinasi lintas sektoral yang berlangsung di Gedung Iwan Ibrahim Mapolres Blora, Senin (02/03/2026) .
Rapat strategis tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Blora, Arief Rohman didampingi Wakil Bupati Sri Setyorini. Turut hadir Kapolres, Kajari, Ketua DPRD, unsur Forkopimda, seluruh OPD terkait, hingga perwakilan BUMN, BUMD, dan jajaran Kapolsek.
Dalam arahannya, Bupati Arief menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur, khususnya kondisi jalan, menjadi prioritas utama menjelang musim mudik. Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) segera bergerak cepat memperbaiki ruas-ruas jalan yang menjadi jalur utama pemudik.
“Perbaikan jalan harus dipercepat. Laporan masyarakat segera ditindaklanjuti. Selain itu, kerusakan pada jalan provinsi dan nasional juga harus dipetakan agar bisa dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi dan pusat,” tegasnya.
Tak hanya soal infrastruktur, Bupati juga menyoroti kelangkaan LPG 3 kilogram yang masih dikeluhkan masyarakat. Ia meminta Dindagkop UKM untuk terus memantau distribusi dan segera mengusulkan penambahan kuota apabila terjadi lonjakan permintaan, agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi hingga Lebaran.
Sementara itu, Plt. Kepala DPUPR Blora, Nidzamudin Al Huda, menjelaskan bahwa tahun ini terdapat 30 paket pekerjaan pembangunan jalan. Namun, menjelang mudik, pihaknya memprioritaskan pemeliharaan titik-titik jalan berlubang di jalur utama.
“Kami telah membentuk dua tim pemeliharaan, yakni tim Blora dan tim Cepu, untuk mempercepat penanganan di lapangan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi dengan DPUPR Jawa Tengah telah dilakukan untuk perbaikan jalan provinsi, sementara untuk jalan nasional akan segera ditindaklanjuti, khususnya pada ruas
Di sisi lain, Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto menyatakan kesiapan jajaran kepolisian dalam mengamankan arus mudik melalui Operasi Ketupat Candi 2026 yang akan dimulai pada 11 Maret.
“Kami akan mendirikan pos pelayanan dan pos pengamanan untuk memastikan arus mudik berjalan lancar, sekaligus menjaga kondusivitas wilayah selama Ramadan hingga Lebaran,” ujarnya.
Kapolres juga mengimbau para Kapolsek untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan sound system saat membangunkan sahur, yang dinilai mengganggu kenyamanan warga.
Rapat koordinasi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan berbagai aspek pendukung lainnya, mulai dari stabilitas harga sembako, ketersediaan energi, transportasi darat, hingga kesiapan operasi pasar.
Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemkab Blora optimistis dapat menghadirkan suasana Lebaran yang aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh masyarakat.***











