BLORA, (blora-ekspres.com) – Kegiatan Blora Menyapa yang digelar di Desa Jatiklampok, Kecamatan Banjarejo, Rabu (04/03/2026), menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Dalam kesempatan tersebut, persoalan jalan rusak menjadi keluhan utama warga yang disampaikan kepada Bupati Blora, Arief Rohman.
Mendengar keluhan itu, Bupati Arief tak menunggu lama. Ia langsung menginstruksikan Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Nidzamudin Al Huda, untuk segera mengukur panjang ruas jalan yang rusak dan melakukan penanganan awal.
“Segera diukur berapa kilometer yang rusak. Minimal kita tangani dulu dengan digrosok agar bisa dilalui dengan lebih aman,” tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Nurul Hidayah tersebut dihadiri Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini, Forkopimda, seluruh kepala OPD, serta Forkopimcam Banjarejo. Kehadiran lengkap jajaran pemerintah ini memang sengaja dilakukan agar para pemangku kebijakan dapat melihat langsung kondisi di lapangan.
Bupati Arief mengungkapkan bahwa Desa Jatiklampok dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi salah satu wilayah dengan kondisi jalan yang cukup memprihatinkan.
“Saya sengaja ke sini supaya tahu langsung kondisi sebenarnya, sekaligus mendengar apa yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena masih adanya infrastruktur jalan yang belum tertangani secara menyeluruh. Menurutnya, persoalan jalan masih menjadi tantangan utama di Kabupaten Blora yang memiliki 16 kecamatan dan ratusan desa.
Pada tahun 2025, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran hampir Rp430 miliar untuk pembangunan jalan dari berbagai sumber pendanaan. Namun, perbaikan dilakukan secara bertahap sehingga belum semua ruas dapat tersentuh.
“Kami akui belum semuanya bisa diperbaiki. Tapi ini akan kita selesaikan secara bertahap,” jelasnya.
Bupati pun optimistis, bersama Wakil Bupati, dalam sisa masa kepemimpinannya empat tahun ke depan, kondisi jalan di Blora bisa semakin baik.
Sementara itu, suara masyarakat terdengar tegas dalam forum tersebut. Kepala Desa Jatiklampok menyampaikan bahwa kerusakan jalan akses dari arah Blora–Randublatung menuju desa mereka sudah lama dikeluhkan warga.
Menurutnya, kondisi jalan tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga membahayakan, terutama bagi pelajar.
“Banyak anak sekolah yang jatuh karena jalan rusak. Kami berharap segera ada penanganan, minimal diperbaiki dulu,” ungkapnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya yang menegaskan bahwa hingga saat ini, jalan rusak masih menjadi persoalan utama di desa tersebut.
Menanggapi hal itu, Pemkab Blora berkomitmen akan melakukan perbaikan secara bertahap, termasuk kemungkinan melanjutkan pembangunan jalan cor yang sudah ada, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
Selain menyerap aspirasi, kegiatan Blora Menyapa juga diisi dengan penyerahan bantuan kepada takmir masjid serta santunan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui forum ini, diharapkan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat semakin terbuka, sekaligus mempercepat penanganan berbagai persoalan di lapangan—terutama infrastruktur yang menjadi kebutuhan mendasar warga.***











