BeritaPendidikan

MPLS Berbeda di Blora, Murid SDN Sendangharjo Pindah ke Rumah Warga

×

MPLS Berbeda di Blora, Murid SDN Sendangharjo Pindah ke Rumah Warga

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SDN 1 Sendangharjo, Kabupaten Blora, berlangsung tak biasa. Bukan memasuki ruang kelas, sebanyak 163 siswa justru memulai aktivitas belajar dari sejumlah rumah warga di sekitar sekolah karena seluruh ruang kelas sedang direnovasi.

Kondisi tersebut terjadi seiring pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan yang tengah berlangsung di SDN 1 Sendangharjo. Selama proses pembangunan, kegiatan belajar mengajar dipindahkan sementara ke rumah-rumah warga yang secara sukarela dipinjamkan untuk mendukung proses pendidikan.

Berdasarkan papan proyek yang terpasang di lingkungan sekolah, SDN 1 Sendangharjo memperoleh bantuan revitalisasi satuan pendidikan dengan nilai anggaran sebesar Rp. 993.170.000.

Kepala SDN 1 Sendangharjo, Siswanto, mengatakan seluruh enam ruang kelas saat ini sedang dibongkar dan dibangun kembali sehingga tidak memungkinkan digunakan untuk kegiatan belajar.

Menurutnya, proses renovasi dijadwalkan berlangsung selama 120 hari. Namun, apabila pekerjaan berjalan sesuai target, para siswa diperkirakan sudah dapat menempati ruang kelas baru sekitar dua bulan mendatang.

“Iya, jadi sesuai dengan program revitalisasi selama 120 hari, mungkin dua bulan lagi sudah menempati ruang kelas baru,” ujar Siswanto saat ditemui wartawan, Senin (13/7/2026).

Selama masa pembangunan, sebanyak 163 siswa dibagi ke beberapa titik rumah warga yang berada di sekitar lingkungan sekolah. Lokasi belajar disesuaikan dengan kedekatan tempat tinggal dan kapasitas rumah yang digunakan.

“Karena semua ruang kelas direnovasi, enam kelas sementara belajar di rumah warga. Ada yang lokasinya dekat sekolah, ada juga yang sedikit lebih jauh,” jelasnya.

Siswanto mengungkapkan, penggunaan rumah warga dilakukan tanpa biaya sewa. Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung meski sekolah sedang direnovasi.

“Ini murni sukarela dari warga. Mereka memberikan tempatnya untuk dipakai anak-anak belajar setiap hari,” katanya.

Ia menambahkan, kebijakan memindahkan kegiatan belajar ke rumah warga telah melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk komite sekolah dan para orang tua siswa. Seluruh pihak, kata dia, memahami kondisi yang dihadapi sekolah dan mendukung langkah tersebut demi kelancaran proses pendidikan.

“Orang tua murid sudah memaklumi. Kami sudah berkoordinasi dengan semua stakeholder dan seluruh pihak terkait. Semua sepakat karena memang kondisi sekolah sedang direnovasi,” ungkap Siswanto.

Meski harus belajar di lokasi yang berbeda dari biasanya, Siswanto memastikan seluruh kegiatan pembelajaran, termasuk pelaksanaan MPLS bagi peserta didik baru, tetap berjalan sesuai jadwal hingga proses revitalisasi selesai dan ruang kelas baru siap digunakan.

“Meski belajar di rumah warga, kami memastikan seluruh proses pembelajaran, termasuk kegiatan MPLS, tetap berjalan normal. Yang berubah hanya tempat belajarnya, bukan kualitas layanan pendidikan kepada siswa,” pungkas Siswanto.***