BeritaPendidikan

MPLS Kreatif SDN Sendanggayam Curi Perhatian, Murid Baru Disambut Pedang Pora

×

MPLS Kreatif SDN Sendanggayam Curi Perhatian, Murid Baru Disambut Pedang Pora

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri Sendanggayam, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, berlangsung semarak dan penuh kreativitas. Sebanyak 22 murid baru disambut layaknya tamu kehormatan melalui prosesi gerbang tongkat menyerupai tradisi pedang pora yang diperagakan siswa kelas II hingga kelas VI, menciptakan kesan hangat sekaligus menghilangkan rasa canggung para peserta didik saat pertama kali memasuki lingkungan sekolah.

Keunikan penyambutan semakin menarik perhatian karena seluruh tenaga pendidik tampil kompak mengenakan kostum koboi. Para murid baru yang datang bersama orang tua dan didampingi ibu-ibu PKK Desa Sendanggayam tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang dikemas dalam suasana penuh keceriaan.

Kepala SD Negeri Sendanggayam, Agus Sucipto, mengatakan konsep MPLS sengaja dibuat berbeda agar hari pertama sekolah menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak.

“Kami ingin menghapus anggapan bahwa hari pertama sekolah itu menegangkan. Karena itu, seluruh guru bersepakat menghadirkan penyambutan yang meriah, ramah, dan menyenangkan agar anak-anak merasa diterima dan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua,” ujar Agus, Senin (13/07/2026).

Menurut Agus, konsep tersebut juga menjadi bagian dari upaya sekolah membangun kepercayaan masyarakat bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga pada pembentukan karakter melalui lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan membahagiakan.

Kepercayaan masyarakat terhadap SD Negeri Sendanggayam pun terus meningkat. Hal itu tercermin dari jumlah peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027 yang mencapai 22 siswa, meningkat hampir dua kali lipat dibanding tahun ajaran 2025/2026 yang hanya menerima 12 siswa baru. Sementara pada akhir tahun pelajaran sebelumnya, sekolah meluluskan 9 siswa kelas VI.

Agus menilai peningkatan jumlah peserta didik baru menjadi indikator positif atas kualitas layanan pendidikan yang terus dibangun sekolah bersama seluruh tenaga pendidik dan masyarakat.

“Alhamdulillah, meningkatnya jumlah murid baru menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada SD Negeri Sendanggayam semakin baik. Amanah ini akan kami jawab dengan terus meningkatkan kualitas pembelajaran, pelayanan, dan berbagai inovasi agar sekolah semakin maju,” kata Agus.

Rangkaian MPLS diawali dengan penampilan tari tradisional yang dibawakan tiga siswi SD Negeri Sendanggayam. Selanjutnya, murid-murid baru memasuki gerbang pedang pora yang dibentuk kakak-kakak kelas, dilanjutkan pelepasan balon sebagai simbol semangat meraih cita-cita, kemudian ditutup dengan pembukaan tirai MPLS sebagai tanda dimulainya perjalanan belajar mereka di sekolah tersebut.

Suasana haru juga dirasakan para orang tua yang mendampingi putra-putrinya pada hari pertama sekolah. Mereka menyambut positif inovasi yang dilakukan pihak sekolah karena mampu membuat anak-anak merasa nyaman sejak awal.

Salah seorang wali murid baru, Sri Wahyuni, mengaku terharu melihat konsep penyambutan yang disiapkan pihak sekolah. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu menghilangkan rasa gugup anak saat memasuki lingkungan sekolah.

“Anak saya terlihat senang sejak datang ke sekolah. Biasanya anak-anak takut atau menangis saat hari pertama masuk sekolah, tetapi kali ini justru antusias mengikuti seluruh kegiatan. Kami sebagai orang tua merasa tenang karena sekolah benar-benar memberikan sambutan yang hangat dan bersahabat,” ungkap Sri Wahyuni.

Ia berharap suasana positif yang dibangun sejak pelaksanaan MPLS dapat terus dipertahankan sehingga anak-anak semakin betah belajar, tumbuh percaya diri, dan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua dalam menjalani proses pendidikan.

“Semoga semangat dan kehangatan yang ditunjukkan sekolah hari ini terus dipertahankan, sehingga anak-anak tumbuh percaya diri, nyaman belajar, dan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua,” pungkas Sri Wahyuni.***