BLORA, (blora-ekspres.com) – Pemerintah Kabupaten Blora menitipkan harapan agar dukungan rehabilitasi pabrik gula PT Gendhis Multi Manis (GMM) segera terealisasi pada 2026. Perbaikan tersebut dinilai mendesak agar pabrik dapat kembali berproduksi saat panen tebu pada Maret 2027.
Harapan itu disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Blora Sri Setyorini saat bertemu Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP), Armindo Dos Santos Soares, dalam kunjungan ke Pasar Ngawen, Kabupaten Blora, Kamis (17/09/2026) kemarin.
Budhe Rini, sapaan akrab Wabup Blora meminta dukungan pemerintah pusat agar proses rehabilitasi PT GMM tidak kembali tertunda hingga melewati akhir 2026.
“Pabrik gula PT. GMM itu, kami mohon dukungan. Kalau sampai tahun ini tidak ada perbaikan gedung, nanti bulan Maret tidak akan bisa giling lagi. Masyarakat akan teriak-teriak lagi,” ujar Budhe Rini.
Menurut Budhe Rini, kebutuhan rehabilitasi semakin mendesak karena areal tanaman tebu di Blora terus diperluas hingga mencapai sekitar 10.000 hektare. Namun, pada musim sebelumnya masih terdapat sekitar 500 hektare tebu yang tidak terserap untuk digiling.
Budhe Rini berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat mempercepat perbaikan pabrik sehingga PT GMM siap beroperasi pada Maret 2027. Dengan demikian, produksi tebu petani Blora dapat terserap dan tidak kembali mengalami kendala saat musim giling.
“Kami sangat mengharapkan dukungan agar rehab PT GMM yang ada di Blora bisa terealisasi tahun ini, sehingga bulan Maret 2027 PT GMM sudah bisa produksi,” tegas Budhe Rini.
Budhe Rini menambahkan, bantuan perbaikan tersebut diharapkan paling lambat terlaksana pada akhir 2026. Pasalnya, panen tebu pertama diperkirakan berlangsung pada Maret 2027.
“Bantuan untuk perbaikan GMM kami harapkan terlaksana di tahun 2026 ini, paling lambat akhir tahun. Mengapa? Karena bulan Maret nanti akan terjadi panen tebu yang pertama,” kata Budhe Rini.
Budhe Rini menilai kesiapan pabrik gula menjadi bagian penting dalam menjamin penyerapan hasil tebu petani. Jika kapasitas penggilingan tidak siap saat panen, perluasan lahan tebu justru berpotensi tidak diikuti dengan kemampuan penyerapan produksi.
Karena itu, Pemkab Blora berharap pemerintah pusat memberikan dukungan konkret agar rehabilitasi PT GMM dapat segera berjalan dan pabrik siap menghadapi musim giling 2027.
“Perluasan lahan tebu harus diimbangi kesiapan pabrik. Jangan sampai produksi petani meningkat, tetapi kapasitas penggilingan belum siap. Kami berharap rehabilitasi PT GMM segera berjalan agar siap menyerap tebu petani pada musim giling 2027,” pungkas Budhe Rini.***







