Example floating
Example floating
Example floating
Pendidikan

Belajar Otodidak, Ahmad Brian Berhasil Merakit Miniatur Pesawat Citilink ATR 72

×

Belajar Otodidak, Ahmad Brian Berhasil Merakit Miniatur Pesawat Citilink ATR 72

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) – Ahmad Brian Rozaki, seorang siswa kelas 11 jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMK Muhammadiyah 2 Cepu, Kabupaten Blora, mengukir prestasi luar biasa dengan berhasil merakit miniatur pesawat baling-baling Citilink jenis ATR 72.

“Miniatur pesawat baling-baling Citilink jenis ATR 72 ini memiliki panjang badan pesawat sekitar 1 meter, dan panjang sayap (wingspan) sekitar 3,5 meter,” Brian, sapaan akrabnya saat ditemui awak media di sekolah, Sabtu (14/10/2023).

Remaja berusia 16 tahun yang berasal dari Kecamatan Kedungtuban tersebut juga menjelaskan, miniatur pesawat dibuat dengan menggunakan styrofoam sebagai bahan utama. Meskipun bahan utamanya sangat ringan, pesawat ini mampu terbang dengan kestabilan.

“Styrofoam sebagai bahan utama miniatur pesawat ini karena sifatnya yang sangat ringan, kuat dan tahan air,” jelas Brian.

Untuk proses perakitan pesawat ini, Brian mengaku memerlukan waktu yang cukup lama, yaitu satu tahun.

“Untuk merakit kita memerlukan waktu satu tahun. Tapi kalau mau serius, dalam waktu dua bulan bisa selesai,” ujar Brian.

Untuk merakit satu unit pesawat seperti ini, Brian memerlukan dana sekitar Rp1 juta hingga Rp. 2,5 juta.

“Dana ini digunakan untuk membeli berbagai komponen dan perlengkapan yang diperlukan, termasuk remote kontrol yang digunakan untuk mengendalikan pesawat tersebut, terang Brian.

Ketertarikan Brian yang suka bermain dengan dunia kelistrikan dan terbiasa merancang serta memodifikasi barang-barang elektronik sejak dia masih duduk di bangku kelas 8 SMP.

Namun, ketertarikan Brian tak hanya berhenti di situ. Ia memiliki hasrat untuk merakit pesawat mainan, dan yang membuatnya lebih mengagumkan adalah bahwa ia memulai semua ini secara otodidak. Dengan keberanian dan tekadnya, Brian belajar dari berbagai sumber daya online, termasuk kanal YouTube yang penuh tutorial dan berbagai grup media sosial yang berbagi pengetahuan.

Tidak sedikit pesawat miniatur yang gagal dia rakit. Namun, dia tidak pernah menyerah. Ketekunannya membuahkan hasil ketika dia akhirnya berhasil merakit beberapa pesawat yang bisa diterbangkan.

Salah satu pencapaiannya yang paling menonjol adalah miniatur pesawat baling-baling Citilink jenis ATR 72 yang berhasil dia rakit dan kini terlah terparkir di teras SMK Muhammadiyah 2 Cepu Kabupaten Blora, Sabtu (14/10/2023) lalu.

Bahkan miniatur pesawat baling-baling Citilink jenis ATR 72 ini pernah diterbangkan di area Bandara Ngloram. Dia mengendalikan pesawat ini dengan remote kontrol yang dia buat sendiri, menunjukkan keterampilan navigasinya yang mengagumkan diterbangkan di area Bandara Ngloram.

Menurut Brian, salah satu aspek yang paling sulit merangkai pesawat miniatur Citilink jenis ATR 72 adalah menemukan gravitasi yang tepat untuk pesawat miniatur tersebut.

“Artinya tidak berat ke depan maupun belakang. Tidak berat ke samping kanan maupun ke kiri. Supaya saat terbang bisa tenang dan seimbang,” ungkap Brian.

Ketika gravitasi tidak seimbang, terang Brian, pesawat miniatur cenderung miring atau tidak bisa terbang dengan mulus.

Semangatnya untuk belajar. Mengeksplorasi kreativitas. Tidak lepas dari dukungan kedua orang tuanya, Sutari dan Umiasih.

“Orang tua sangat mendukung,” pungkas Brian.***

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *