Gandeng Perguruan Tinggi, Pemkab Ajak Entaskan Kemiskinan

BLORA,, (blora-ekspres.com) – Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati mengajak perguruan tinggi se- Kabupaten Blora dan mengharapkan memberi masukan untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi Blora.

Hal tersebut disampaikan saat beraudiensi bersama para pimpinan perguruan tinggi se- Kabupaten Blora, di Ruang Rapat Lantai II Bappeda Blora, Kamis (23/09/2021)

“Kami berharap bantuan pemikiran dari perguruan tinggi yang ada di kabupatn Blora bisa dilakukan untuk bersama-sama memajukan Kabupaten Blora,” ungkap Etik, sapaan akrab Wakil Bupati Blora.

Etik mengandeng perguruan tinggi agar berbagai permasalahan dapat terselesaikan dan potensi daerah yang ada bisa di optimalkan. Diantaranya, mulai dari angka kemiskinan Blora yang masih tinggi di Jawa Tengah, permasalahan infrastruktur, stunting, ketersediaan air bersih, dan permasalahan lainnya.

Disisi lain, Blora memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan. Seperti halnya di sektor peternakan Blora menjadi daerah dengan populasi sapi terbanyak se Jawa Tengah, potensi pertanian padi dan jagung, minyak dan gas, kayu dan sebagainya.

Sementara itu, Sekretaris Bappeda Blora Free Bayu Alamanda berharap agar perguruan tinggi dapat membantu mendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan, stunting dan sebagainya.

“Saya berharap perguruan tinggi se-Kabupaten ini dapat bersinergi dengan Pemkab Blora dengan program apapun yang ada di kampus agar bisa matching dengan RPJMD. Di RPJMD ada 45 program unggulan,” ucap Bayu.

Berdasarkan data yang didapat 48 desa yang menjadi prioritas pengentasan kemiskinan di Blora. Serta, terdapat 44 desa yang menjadi fokus penanganan stunting di Blora. Intervensi dari perguruan tinggi dalam pengentasan kemiskinan sangat dibutuhkan, beberapa diantaranya melalui berbagai program KKN, pengabdian masyarakat, dan sebagainya.

“Dengan hasil rapat ini diharapkan oleh Pemkab Blora nanti ditambahi didampingi dari perguruan tinggi se Kab Blora. Desa merah kemiskinan ini bisa turun. Ini perlu sinergitas antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan termasuk perguruan tinggi” pungkas Bayu.

Perlu duiketahui, saat ini ada 10 perguran tinggi yang ada di Blora dan 32 perguruan tinggi di luar daerah yang berminat bekerjasama. ***Red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *