Karang Taruna Kabupaten Blora Harus Garap Ekonomi Kreatif

BLORA, (blora-ekspres.com) – Upaya meningkatkan kapasitas karang taruna dalam menyelenggarakan usaha ekonomi produktif, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora menyelenggarakan bimbingan teknis karang taruna selama dua hari, Sabtu-Minggu, (17-18/10/2020) di Green Valley Bandungan, Kabupaten Semarang.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangan kapasitas yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan manusia, namun mencakup keseluruhan lingkup organisasi yang terdiri dari sistem penataan organisasi atau sering dikenal dengan sistem manajemen, kebijakan target capaian, strategi pencapaian dan peraturan organisasi.

Acara diikuti oleh 32 orang peserta perwakilan dari pengurus karang taruna desa se Kabupaten Blora.

Acara tesebut, dihadiri oleh Kepala Dinsos P3A Kabupaten Blora, Indah Purwaningsih, Ketua Karang Taruna Kabupaten Blora, Achlif Nugroho Widi Utomo serta narasumber Kuriake Kharismawan Dosen Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Blora, Achlif Nugroho Widi Utomo menyampaikan pesan Bupati Blora, Djoko Nugroho, selain membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan sosial di masyarakat, Karang Taruna di desa dapat membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan sosial di masyarakat, warga Karang Taruna harus kreatif mampu menciptakan peluang wirausaha.

“Pesan Bupati buat karang taruna kab Blora kader karang taruna harus bisa memberi manfaat buat masyarakat, serta pemuda. Kader karang taruna harus bisa jadi solusi, bukan jadi bagian dari masalah,” terang Achlif.

Selain itu, lanjut Achlif, kader karang taruna harus fokus terhadap pemberdayaan, pembinaan, dan hal-hal produktif lainnya untuk masyarakat dan pemuda khususnya.

Menurut Achlif, generasi muda memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang harus dikembangkan dan ditopang generasi muda. Sebagian mereka masuk ke industri kecil dan menengah sektor kreatif. Maka tidaklah heran jika semakin banyak kota yang menjadikan ekonomi kreatif sebagai ujung tombak dan katalisator pengembangan ekonomi daerahnya. Untuk menjadi pemenang di tengah persaingan yang semakin ketat ini.

“Komitmen yang harus dilakukan Karang Taruna Kabupaten Blora, yakni membuka seluas-luasnya akses pasar dan memberikan pelatihan dengan bekerjasama pada banyak pihak yang memiliki kompetensi peningkatan usaha pemuda,” ujar Achlif.

Achlif berharap, kedepan Karang Taruna Kabupaten Blora harus mempunyai jiwa Entrepreneurship, sebab dengan Entrepreneurship kader akan lebih mandiri karena didukung dengan kemampuan menangkap peluang, menciptakan peluang usaha, mengembangkan relasi maupun kemitraan serta dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

“Kami akan terus memotivasi semangat dan kemauan yang tinggi ini, terutama dengan mengubah mainset dan etos kerja serta secara terus menerus menungkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai kebutuhan jaman,” ujarnya.

Disampaikan pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan Pemkab dan OPD terkait untuk pembangunan ekonomi kreatif. Pengurus dan anggota Karang Taruna diharapkan bisa memanfatkan peluang bidang tersebut.

Sementara, Kepala Dinsos P3A Kabupaten Blora, Indah Purwaningsih dalam sambutannya mengarahkan agar peserta kegiatan ini mampu mengekplorasi potensi yang ada di lingkungan sekitar dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial yang berbasis pada sumber daya alam yang tersedia serta memaksimalkan keahlian asli pemuda pemudi anggota karang taruna.

“Karang Taruna memiliki potensi sosial yang sangat besar, kalau kita kompak dan berjalan bersama-sama maka persoalan sosial terutama Kesejahteraan Sosial bisa kita tuntaskan,” pungkas Indah.***(Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.