Example floating
Example floating
Example floating
BeritaHL

Mengatasi Krisis Moral dan Mengembangkan Kewirausahaan di Kalangan Anak Muda

×

Mengatasi Krisis Moral dan Mengembangkan Kewirausahaan di Kalangan Anak Muda

Sebarkan artikel ini

BLORA (blora-ekspres.com) — Wirausaha Muda Nusantara (Wimnus) Jawa Tengah yang kerjasama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Blora serta sejumlah organisasi kepemudaan lainnya menggelar Seminar Nasional Indonesian Youth Movement and Entrepreneurship Mindset (IYMEM) 2024 di gedung Larasati Blora, Minggu (07/07/2024) kemarin.

Acara tersebut sedikitnya diikuti oleh 1.030 pelajar dan mahasiswa yang ada di Kabupaten Blora dan sekitarnya.

Ketua Wimnus Jawa Tengah, Selamet Wuridan, mengatakan digelarnya acara ini, menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.

Menurutnya, banyak anak muda yang memiliki mimpi besar namun belum bisa mewujudkannya karena terlalu banyak mimpi tanpa fokus yang jelas.

Selamet mengajak semua pihak, terutama di Blora, untuk lebih memperhatikan pendidikan karakter dan moral anak-anak muda.

“Akhlak anak-anak kita hari ini mengalami degradasi moral yang luar biasa. Kita perlu pembelajaran tentang kemandirian, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dan aktif berorganisasi,” ujar Selamet Wuridan.

Senada dengan pengusaha muda dan motivator, Syafii Effendi menekankan pentingnya mengubah mindset generasi muda mengenai pilihan karir setelah lulus sekolah.

“Kita akan mengajarkan peserta cara berwirausaha. Kita akan menanamkan mindset lulus sekolah menjadi PNS mulai kita geser. Lulus sekolah harus menjadi entrepreneur. Boleh menjadi PNS tapi jangan banyak-banyak, karena APBN kita lagi jeblok ngurusin gaji pegawai,” tegas Syafii.

Syafii juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap krisis pengangguran yang tengah dihadapi Indonesia. Menurutnya, saat ini jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,5 juta orang.

“Tamatan SMA dan D1 mencapai 1,4 juta per tahun sedangkan lowongan kerja hanya 140 ribu. Berarti ada 90 persen tamatan kita tiap tahun hidupnya ngambang,” tambahnya.

Kondisi ini, lanjut Syafii, membutuhkan solusi yang mendasar dan sistematis, salah satunya dengan menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda.

“Kita harus menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada anak muda agar mereka bisa mandiri dan menciptakan lapangan kerja baru,” pungkasnya.

Upaya ini diharapkan dapat memberikan perubahan signifikan dalam mengatasi masalah pengangguran dan degradasi moral yang tengah melanda generasi muda Indonesia.

Salah satu jurnalis media online di Blora, Ely Nyunanto mengatakan, generasi muda saat ini menghadapi tantangan besar dalam bentuk krisis moral, yang ditandai dengan penurunan karakter.

Contoh nyata dari krisis moral ini termasuk tawuran pelajar, balapan liar, kurangnya rasa toleransi dan melakukan tindakan kriminal serta bullying.

Ely juga menyampaikan kekhawatirannya tentang masalah ini.

“Krisis moral generasi muda kita disebabkan oleh banyak faktor, termasuk kemajuan teknologi, memudarnya nilai-nilai agama dan keimanan, serta pengaruh lingkungan dan kebudayaan asing,” ujar Ely.

Ely juga menambahkan bahwa faktor-faktor lain seperti kurangnya kejujuran, sifat keingintahuan remaja yang tidak terarah dan keinginan akan hal-hal yang bersifat materialistis dan pamer diri turut memperburuk keadaan.

“Orang tua dan lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam mengatasi krisis ini. Menanamkan pendidikan karakter adalah salah satu langkah yang harus diambil,” tegasnya.

Adanya seminar IYMEM 2024, menurut Ely, adalah langkah tepat untuk merubah mindset dan menanamkan pendidikan karakter serta melatih kewirausahaan bagi anak muda.

“Kewirausahaan penting bagi anak muda karena dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan yang berguna di dunia bisnis, seperti kreativitas, kepemimpinan, dan kerja tim. Selain itu, kewirausahaan juga dapat membantu anak muda menjadi lebih mandiri, inovatif, dan percaya diri,” jelas Ely.

Dengan seminar ini, Ely berharap generasi muda tidak hanya mendapatkan pendidikan karakter yang kuat, tetapi juga keterampilan kewirausahaan yang dapat membantu mereka mandiri dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

“Kita perlu memastikan bahwa anak-anak muda kita siap menghadapi masa depan dengan karakter yang kuat dan keterampilan yang memadai,” pungkas Ely.***

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *