Mulai Dari Formasi Yang Kosong, Mundurnya Pelantikan, Demo Hingga Saling Lapor Warnai Pengisian Perangkat Desa di Kedungtuban

BLORA, (blora-ekspres.com) – Dari 17 desa se- kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora, mencatat ada satu desa yang belum melantik perangkat baru dari hasil ujian perangkat serentak pada Minggu (21/03/2021) lalu.

Desa yang belum melantik perangkat baru tersebut yakni Desa Pulo, Kecamatan Kedungtuban. Hal itu dikarenakan menunggu penetapan dan pelantikan PJ Kepala Desa (Kades).

“Tinggal satu desa yang belum melantik perangkat baru, keterlambatan pelantikan disebabkan karena Kadesnya meninggal dunia , sehingga menunggu penetapan dan pelantikan PJ Kades yang ditunjuk Bupati Blora,” terang Camat Kedungtuban Martono saat ditemui wartawan disela-sela acara pelantikan perangkat Desa Galuk, Sabtu (01/05/2021).

Martono mengungkapkan, telah mengajukan Pj kades Pulo dan berharap SK segera turun.

“Kami telah mengajukan Pj kades Pulo agar segera melantik perangkat desa.Ini sudah kami ajukan 20 April yang lalu. Mudahan SK nya segera turun.Kita tunggu saja,” harap Martono.

Lebih lanjut Martono menjelaskan Penjabat Kades tersebut juga mempunyai tugas menyiapkan Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu.

“Penjabat Kades juga mempunyai tugas menyiapkan Pilkades Antar Waktu,” tegasnya.

Lebih lanjut Martono juga mengungkapkan, selain ada pelantikan perangkat yang diundur, ada satu formasi perangkat desa yang masih kosong di Desa Jimbung Kecamatan Kedungtuban, Blora.

“Ada satu formasi yang kosong. Karena saat pendaftaran perangkat desa, pesertanya tidak ada yang lolos seleksi,” ujar Martono, mantan Lurah Cepu.

Diketahui, pengisian perangkat desa di Kecamatan Kedungtuban sempat diwarnai dengan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Blora dan Setda Blora oleh peserta yang tidak lolos seleksi.

Unjuk rasa tersebut salah satunya dipicu adanya dugaan tidak transparan dalam penilaian ujian praktik komputer dan dugaan permintaan uang kepada calon peserta oleh peserta lain yang mengaku dekat dengan kepala desa. Saling lapor polisi antara peserta yang tidak lolos dengan peserta yang lolos juga kepala desa.***Red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *