Musda V PKS Adem Ayem. Tulus Pribadi, Sekretaris Millenial

BLORA, (blora-ekspres.com) – Pemilihan pucuk pimpinan partai biasanya ramai, heboh. Bahkan ada juga yang diwarnai ribut-ribut dan kerusuhan. Namun, suasana berbeda terjadi di Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kemarin, mulai jelang dan pasca Musyawarah Daerah (Musda) V PKS Blora ini tidak merasakan suasana kompetisi, persaingana apalagi sampai intrik dan gontok-gontokan. Bahkan, suksesi di PKS kali ini adem ayem.

Pemilihan Ketua Blora ini dilakukan melalui Musda V. Dalam musda tersebut, Santoso Budi Susetyo kembali terpilih menjadi Ketua PKS Blora untuk periode 2020-2025. Proses pergantian pengurus pun berjalan dengan smooth dan landai tetapi terjaga konstitusi partai.

“Bagi kader siapapun yang ditunjuk ditempatkan pada posis tertentu bukan merupakan hal yang harus diperdebatkan. Kami percaya kepemimpinan di PKS lahir karena sistem. Siapapun yang tampil sesungguhnya ada sistem yang bekerja,” kata Budi panggilan akrab terpilih kepada media ini, Rabu (30/12/2020).

Lebih lanjut, Budi menguturkan, kultur narimo ing pandum (terima apa adanya, red) seakan sudah mendarah daging, mensumsum tulang pada kader PKS dalam hal jabatan partai.

“Termasuk delapan kader yang namanya disetor ke pimpinan tingkat provinsi untuk diolah dan diformasikan pada pos jabatan yang harus diisi. Siapa ada di mana masing-masing sebelumnya tidak ada yang tahu pasti kecuali saat dibacakan Surat Keputusan oleh Badan Pembinaan Wilayah,” terang Budi.

Setelah susunan kepengurusan baru dilantik dan diumumkan ada wajah baru. Sekretaris umum yang baru ini mungkin banyak yang belum kenal.

Tulus Prihadi yang biasa disapa mas Tulus atau Tupri. Ia sudah banyak berkontribusi di partai ini. Sejak kuliah sudah magang menjadi staf humas DPW PKS Jateng di sela-sela kegiatannya sebagai aktivis kampus.

“Saya mengenal mas Tulus sejak dia sekolah tingkat menengah. Karena rumahnya cukup jauh dari sekolah, dia memilih numpang tidur di sekretariat DPD PKS. Pertemuan dengannya cukup intens karena saat itu, saya ditunjuk menjadi bagian umum dan kerumahtanggaan PKS,” jelasnya.

Budi juga mengaku terkesan pada Tulus. Setelah lima bulan lulus kuliah, Sarjana Fisika lulusan UNNES Semarang ia langsung menikah. Padahal usianya baru 23 tahun sudah berani hadapi tantangan hidup yang sebenarnya.

“Alhamdulillah pasangan muda sekarang sudah dikaruniai 2 orang anak,” terang Budi.

Perlu diketahui, Tulus juga pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Humas di DPD PKS Blora pada periode yang lalu. Pengalaman kehumasan masa kuliah menjadi modal untuk berkolaborasi dengan pengurus harian.

Capaian dalam media dan publikasi cukup memuaskan. Tim IT di bawah komandonya juga cukup solid dan aktif mengelola website dan media sosial PKS Blora.

“Tumbu oleh tutup (banyak kecocokan red) dengan saya yang suka literasi,” ujarnya.

Masuknya Tulus di pos strategis DPD PKS Blora membuktikan bahwa partai ini siap mengakomodir kebutuhan generasi milenial juga bukti bahwa di partai ini proses kaderisasi dan regenerasi berjalan dengan baik.***(Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.