Tingginya Passing Grade, Sebabkan Banyak Guru Tak Lolos PPPK

BLORA, (blora-ekspres.com) – Sebagian besar peserta ujian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Persatuan Guru Tidak Tetap/Pegawai Tidak Tetap (Prograta) Kabupaten Blora tidak mencapai passing grade (PG) yang ditetapkan. Menurut Ketua Prograta Blora, Aries Eko Siswanto, salah satu kendala guru honorer tidak lolos lantaran passing grade yang terlalu tinggi.

Berdasarkan hasil ujian seleksi dari 326.476 formasi di seluruh Indonesia, hanya sekitar 94.678 atau 29 persen di seluruh Indonesia akan segera diangkat menjadi guru PPPK.

Melihat besar peserta ujian yang tidak lolos seleksi tahap I lantaran passing grade yang terlalu tinggi, Prograta lantas mendorong adanya penambahan afirmasi untuk masa kerja demi bisa mendapat skor tambahan.

Ketua Prograta Blora, mengatakan, prosentase kelulusan tes P3K di Kabupaten Blora cukup kecil. Sehingga perlu adanya penambahan afirmasi masa kerja bagi peserta. 

“Kemarin kan afirmasi belum menjangkau yang masa kerja. Berharapnya di tahap dua nanti ada itu. Jadi per jenjang masa kerja ada tambahan poin untuk afirmasi,” kata Aries, Sabtu (25/09/2021).

Adapun untuk afirmasi masa kerja diusulkan kepada para guru honorer yang sudah masuk dalam Dapodik dan memiliki NUPTK dari dinas Pendidikan. Nilai afirmasinya juga berbeda sesuai masa kerja. Durasi masa kerja 3-5 tahun poinnya 25 persen; 6-8 tahun poinnya 20 persen; 9-11 tahun poinnya 25 persen; dan 12 tahun ke atas dapat poin 30 persen. 

Harapan adanya tambahan afirmasi untuk masa kerja sudah disampaikan ke Kemendikbud dan Komisi X DPR RI, melalui paguyuban yang ada di Jateng. 

Aries pun menyayangkan sikap pemerintah yang menunda pengumumamn peserta tes tahap 1. Mestinya pemerintah tetap mengumumkan hasil test sesuai jadwal sembari mengambil langkah-langkah baru untuk peserta tahap kedua. 

“P3K ini dari awal pendaftaran sampai jadwal seharusnya diumumkan itu berubah-ubah terus. Agak kacau memang. Harapannya tahap 1 sesuai hasil tes 94 ribu SE nasional itu diumumkan dulu, baru misalnya ada tambahan-tambahan karena banyak yang belum lolos,” pungkas Aris.***Red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *