Berita

Periksa 18 Saksi, Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Kebakaran Sumur Minyak di Blora

×

Periksa 18 Saksi, Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Kebakaran Sumur Minyak di Blora

Sebarkan artikel ini
module: a; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: SFHDR; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 83.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

BLORA, (blora-ekspres.com) – Penyelidikan kasus kebakaran sumur minyak rakyat di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, terus bergulir. Hingga kini, Polres Blora telah memeriksa sedikitnya 18 saksi untuk mengungkap penyebab tragedi yang menewaskan empat warga tersebut.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, menjelaskan bahwa saksi-saksi yang diperiksa berasal dari berbagai pihak, mulai warga sekitar, perangkat desa, hingga ahli dari Pertamina. Kepala Desa Gandu pun turut memberikan keterangan demi memperjelas kronologi kejadian.

“Sejauh ini, kami sudah memeriksa 18 orang saksi. Mereka terdiri dari warga, perangkat desa, dan saksi ahli dari Pertamina. Kepala Desa juga kami mintai keterangan untuk memperkuat kronologi,” ujar AKBP Wawan Andi, Sabtu (23/08/2025).

Meski banyak saksi telah diperiksa, polisi belum menetapkan tersangka. Setiap keterangan masih didalami dan dicocokkan dengan barang bukti yang dikumpulkan dari lokasi kebakaran.

“Sampai saat ini tersangka belum ada. Namun kami pastikan penyelidikan terus berjalan. Segera setelah ada perkembangan terkait penetapan tersangka, kami akan informasikan kepada masyarakat,” tegas AKBP Wawan Andi.

Selain pemeriksaan saksi, polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal. Sejumlah barang bukti berhasil diamankan untuk memperkuat penyelidikan. AKBP Wawan menegaskan bahwa proses ini masih berlangsung dan akan ada tindak lanjut setelah api berhasil dipadamkan sepenuhnya.

“Untuk memperkuat keterangan saksi dan barang bukti, nantinya akan dilakukan olah TKP lanjutan. Hari ini, pemadaman terhadap api yang masih menyala di lokasi akan dilakukan,” jelas AKBP Wawan Andi.

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi warga Desa Gandu dan sekitarnya. Empat korban meninggal seluruhnya perempuan, sementara beberapa warga lain mengalami luka bakar serius.

Hingga kini, polisi bersama instansi terkait terus melakukan pengamanan lokasi dan menindaklanjuti proses hukum untuk memastikan penyebab pasti kebakaran sekaligus pihak yang bertanggung jawab.***