Berita

Optimalisasi Bandara Ngloram untuk Hidupkan Aktivitas dan Dorong Pertumbuhan Daerah

×

Optimalisasi Bandara Ngloram untuk Hidupkan Aktivitas dan Dorong Pertumbuhan Daerah

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) – Bandara Ngloram di Cepu, Kabupaten Blora, tidak tinggal diam meski penerbangan komersial reguler sempat terhenti. Pengelola terus melakukan langkah-langkah optimalisasi agar bandara yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2021 itu tidak sekadar menjadi “bangunan megah tanpa aktivitas,” melainkan benar-benar hidup dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Kepala Bandar Udara Kelas III Dewadaru, Haribowo Lesmono menegaskan bahwa Ngloram harus menjadi motor pertumbuhan ekonomi kawasan timur Jawa Tengah dan perbatasan Jawa Timur.

“Kita ingin bandara ini bukan hanya sekadar ada, tetapi benar-benar hidup dengan aktivitas. Untuk itu, diperlukan kolaborasi semua pihak agar optimalisasi ini bisa terwujud dan berkelanjutan,” jelas Haribowo.

Haribowo juga menyampaikan sejumlah program strategis telah dijalankan demi menjaga denyut aktivitas di Bandara Ngloram diantaranya :

  1. Dukungan Kegiatan Aviasi dan Edukasi. Bandara Ngloram kini aktif mendukung kegiatan aeromodelling serta aero education dengan melibatkan komunitas, sekolah, hingga masyarakat umum.

“Kegiatan ini bukan hanya menjaga aktivitas bandara, tapi juga mengenalkan dunia aviasi sejak dini kepada anak-anak. Harapannya, mereka semakin dekat dan bangga dengan keberadaan bandara di daerahnya,” ungkap Haribowo.

  1. Kerja Sama Pendidikan Penerbangan. Bandara Ngloram menjalin kerja sama dengan Akademi Penerbangan Indonesia (API) Banyuwangi. Melalui kolaborasi ini, Ngloram dijadikan satelit base untuk pesawat latih, sehingga bandara semakin ramai dengan aktivitas pendidikan aviasi.
  2. Pengembangan Feeder Umroh. Salah satu agenda besar adalah menjadikan Bandara Ngloram sebagai feeder umroh. Namun, rencana ini tidak bisa hanya bertumpu pada penumpang dari Blora. Haribowo menegaskan pentingnya dukungan dari daerah hinterland.

“Feeder umroh ini tidak mungkin hanya mengandalkan Blora. Dukungan dari Rembang, Ngawi, Bojonegoro, Grobogan, dan Tuban sangat dibutuhkan. Apalagi, peran Gubernur Jawa Tengah, biro travel umroh, hingga stakeholder penerbangan mutlak harus ada,” tegas Haribowo.

  1. Menjaga Aktivitas Harian Bandara. Bandara juga menggelar berbagai program harian, mulai dari padat karya, senam sehat bersama Forkopimcam, hingga kerja sama charter flight. Kegiatan ini tidak hanya menjaga agar bandara tetap ramai, tetapi juga memberi dampak positif bagi pemberdayaan masyarakat sekitar.
  2. Rencana Rute Perintis dan Perpanjangan Runway. Optimalisasi berikutnya adalah membuka rute perintis, seperti usulan rute Sumenep–Ngloram. Selain itu, ada rencana memperpanjang landasan pacu agar bisa didarati pesawat berbadan lebih besar.

“Dengan runway yang lebih panjang, peluang penerbangan reguler maupun charter ke berbagai destinasi akan semakin terbuka lebar,” kata Haribowo.

Meski berbagai upaya sudah dilakukan, Haribowo menegaskan bahwa Bandara Ngloram tidak bisa bergerak sendiri. Dukungan nyata dari pemerintah provinsi, khususnya Gubernur Jawa Tengah, serta kabupaten sekitar sangat diperlukan.

“Bandara ini bukan sekadar pintu udara, melainkan pintu harapan. Jika semua stakeholder bergerak bersama, Bandara Ngloram akan tumbuh menjadi bandara regional yang aktif, berkelanjutan, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Haribowo.