Berita

Blora Ajukan 471 Inovasi, Dua Masuk Tahap Verifikasi IGA 2025

×

Blora Ajukan 471 Inovasi, Dua Masuk Tahap Verifikasi IGA 2025

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) – Setelah melalui tahapan penilaian presentasi beberapa waktu lalu, Tim Juri Innovative Government Award (IGA) Kementerian Dalam Negeri melakukan verifikasi lapangan atas dua inovasi unggulan yang diajukan Kabupaten Blora.

Kedatangan tim juri diterima langsung oleh Bupati Blora, Arief Rohman, bersama Forkopimda, Sekda, dan seluruh Kepala OPD di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Jumat (14/11/2025).

Dalam sambutannya, Mas Arief, sapaan akrab Bupati Blora menjelaskan bahwa Kabupaten Blora mengajukan sekitar 471 inovasi pada IGA tahun ini. Dari jumlah tersebut, dua inovasi dipilih untuk diverifikasi langsung oleh tim juri.

“Dua inovasi ini kami pilih karena paling relevan dengan arah pembangunan nasional dan menjawab kebutuhan masyarakat Blora hari ini,” ungkap Mas Arief.

Inovasi pertama adalah SIKEP (Sistem Informasi Kinerja dan Evaluasi Pembangunan), sebuah sistem digital berbasis data yang memungkinkan perangkat daerah memantau capaian pembangunan secara real-time.

“Dengan SIKEP, seluruh proses pengambilan keputusan bisa lebih cepat, tepat, dan akuntabel. Data yang masuk itu langsung terintegrasi, sehingga memudahkan evaluasi pembangunan di semua sektor,” jelas Mas Arief.

Lebih lanjut, Mas Arief menjelaskan, inovasi kedua adalah BU DESI PLUS (BUMD Peduli Inflasi dan Stabilitas Ekonomi). Program ini menghubungkan BUMD, Bulog, kelompok tani, serta pelaku usaha lokal untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di Blora.

“Inovasi BU DESI PLUS ini memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjadi kolaborasi konkret dalam pengendalian inflasi di daerah. Ini juga mendukung program Pak Mendagri, yang setiap Senin memantau inflasi seluruh daerah,” terang Mas Arief.

Mas Arief menambahkan bahwa tahun ini hanya dua daerah yang mengajukan inovasi pengendalian inflasi, yakni Kabupaten Blora dan Tidore Kepulauan.

“Inflasi ini menjadi fokus pemerintah dari pusat sampai daerah. Karena itu kami hadir membawa inovasi yang benar-benar punya dampak luas,” tegas Mas Arief.

Mas Arief juga menambahhkan, Kabupaten Blora saat ini telah dua tahun berturut-turut meraih predikat Kabupaten Terinovatif dalam ajang IGA Awards. Tahun 2025 ini, Blora kembali masuk sebagai nominator.

“Prestasi dua tahun berturut-turut sebagai kabupaten terinovatif adalah kebanggaan kita semua. Tahun ini kami berharap bisa meraihnya untuk ketiga kalinya,” ungkap Mas Arief.

Mas Arief juga menegaskan bahwa budaya inovasi kini menjadi arah pembangunan yang terus diperkuat Pemkab Blora.

“Inovasi bukan kegiatan sesaat. Semua perangkat daerah, dari eselon II hingga unit layanan, punya kewajiban dan ruang untuk melahirkan inovasi demi peningkatan pelayanan publik,” papar Mas Arief.

Sementara, tim juri IGA 2025 terdiri dari Antonius Riva (BKSDN Kemendagri) dan Bimo Cahyo Saputra (Kompas TV). Setelah mengikuti paparan ekosistem inovasi dan penjelasan SIKEP di pendopo, tim melanjutkan verifikasi lapangan inovasi BU DESI PLUS di BPR BKK Blora.

Anggota juri, Bimo Cahyo Saputra menyampaikan apresiasinya atas capaian Blora yang berhasil masuk tahap verifikasi.

“Seleksi IGA sangat ketat dan tidak main-main. Semua inovasi disaring oleh dewan juri. Jadi kalau Blora bisa sampai pada tahap ini, itu sudah prestasi yang luar biasa,” ujar Bimo.

Bimo menegaskan bahwa manfaat inovasi bagi masyarakat menjadi aspek terpenting dalam penilaian.

“Inovasi yang baik itu harus tetap berjalan sekalipun pemimpinnya berganti. Kami melihat seberapa besar manfaat inovasi untuk masyarakat dan seberapa luas penerapannya,” jelas Bimo.

Bimo juga mendorong Pemkab Blora untuk semakin gencar mempublikasikan inovasi daerah.

“Semakin dikenal masyarakat, semakin besar pula manfaat inovasi itu bisa dirasakan. Publikasi sangat penting agar inovasi tidak hanya berhenti di internal pemerintah,” pungkas Bimo.***