SOLO, (blora-ekspres.com) – Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Ainia Shalichah menghadiri gelaran “Mangkunegaran MakaN-MakaN” yang berlangsung di Pamedan Pura Mangkunegaran, Solo, Sabtu (02/05/2026).
Kehadiran Ketua TP PKK Blora tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Blora dalam mempromosikan budaya, seni, serta kuliner khas daerah di tingkat regional.
Dalam ajang budaya dan kuliner yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Adeging Mangkunegaran ke-269 itu, Kabupaten Blora turut menampilkan kesenian barongan dari kelompok Singo Sari Budoyo, Kecamatan Ngawen.
Penampilan energik para seniman barongan tersebut sukses menarik perhatian pengunjung dan menjadi salah satu representasi kekayaan budaya Blora di tengah kemeriahan festival.
Bunda Aini sapaan akrab Ketua TP PKK Blora hadir didampingi Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora, Iwan Setiyarso. Acara itu juga dihadiri sejumlah kepala daerah, pelaku UMKM, serta pegiat seni budaya dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.
Di sela kegiatan, Bunda Aini tampak antusias menyapa warga Blora yang hadir sekaligus memberikan apresiasi kepada para pelaku seni dan UMKM yang ikut memeriahkan acara tersebut.
“Kegiatan seperti ini sangat positif untuk memperkenalkan budaya dan kuliner khas Blora kepada masyarakat luas. Kami ingin potensi daerah semakin dikenal dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM serta seniman lokal,” ujar Bunda Aini.
Usai menyaksikan pertunjukan barongan, Bunda Aini juga mengunjungi sejumlah stan UMKM asal Blora, salah satunya stan Sate Ayam Pak Karno. Dalam kesempatan itu, ia turut mempromosikan kuliner khas Blora kepada para pengunjung sebagai upaya memperluas pasar produk lokal.
“Kuliner khas Blora memiliki cita rasa yang unik dan tidak kalah dengan daerah lain. Momentum ini menjadi kesempatan baik untuk mengenalkan produk UMKM agar semakin berkembang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinporabudpar Blora, Iwan Setiyarso, menilai partisipasi Blora dalam kegiatan tersebut menjadi sarana efektif untuk memperkuat promosi budaya daerah di tingkat regional.
“Kami berharap keikutsertaan Blora di event ini dapat memperkuat eksistensi seni budaya daerah sekaligus menarik minat masyarakat untuk datang dan mengenal lebih dekat potensi wisata serta kuliner Blora,” ungkapnya.
Kegiatan “Mangkunegaran MakaN-MakaN” sendiri digelar selama tiga hari, 1–3 Mei 2026, dengan menghadirkan lebih dari 80 tenant kuliner dan nonkuliner. Festival tersebut memadukan konsep budaya dan kuliner tradisional-modern sebagai upaya pelestarian budaya yang tetap relevan dengan perkembangan zaman.***











