Berita

Kemarau Ekstrem, Debit Air Baku PDAM Blora Turun Drastis

×

Kemarau Ekstrem, Debit Air Baku PDAM Blora Turun Drastis

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) – Musim kemarau mulai menguji ketahanan pasokan air bersih di Kabupaten Blora. Menyusutnya debit air baku di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Ngampel memaksa Perumda Air Minum Tirta Amerta melakukan penggiliran distribusi air serta memperkuat layanan dropping air bersih agar kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Amerta Kabupaten Blora, Yan Riya Pramono, mengatakan penurunan debit air baku tahun ini berlangsung cukup drastis. Kondisi tersebut menyebabkan kemampuan produksi air bersih ikut menurun sehingga distribusi ke sejumlah wilayah layanan tidak lagi dapat dilakukan secara normal.

Menurut Yan, jika sebelumnya sumber air baku mampu mengalir selama sekitar 18 jam dalam sehari, kini hanya bertahan sekitar empat jam. Penurunan debit itu terjadi di IPA Ngampel dan berdampak langsung terhadap layanan bagi pelanggan di Desa Tutup dan sepanjang Jalan Gatot Subroto.

“Debit air baku turun cukup drastis, dari sekitar 18 jam menjadi hanya 4 jam sehari. Dampaknya distribusi air ke pelanggan, khususnya wilayah Desa Tutup dan Jalan Gatot Subroto, menjadi terganggu. Sementara wilayah lainnya untuk sementara masih relatif aman,” ujar Yan, Rabu (22/07/2026).

Untuk menjaga pemerataan layanan di tengah keterbatasan pasokan, Perumda Tirta Amerta menerapkan sistem penggiliran distribusi air. Kebijakan ini dilakukan agar seluruh pelanggan tetap memperoleh layanan meski dengan jadwal yang disesuaikan.

Selain mengatur distribusi, perusahaan juga mengoptimalkan layanan bantuan air bersih melalui mobil tangki. Yan menyebutkan kapasitas armada yang dimiliki saat ini masih diperkuat dengan pembelian pasokan air dari pihak ketiga agar kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi.

“Saat ini kami memiliki dua truk tangki air. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, kami juga membeli pasokan air tangki dari pihak luar sebagai tambahan,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih dapat mengajukan surat permohonan kepada Perumda Tirta Amerta. Setelah permohonan diterima, distribusi air melalui mobil tangki akan dijadwalkan sesuai kondisi dan tingkat kebutuhan di lapangan.

Tak hanya fokus pada penanganan darurat, Perumda Tirta Amerta juga menyiapkan sejumlah proyek strategis untuk memperkuat ketahanan air bersih di Kabupaten Blora. Program tersebut meliputi optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Cepu berkapasitas 100 liter per detik yang ditargetkan terealisasi pada 2028, pembangunan SPAM Regional Randugunting dengan kapasitas 100 liter per detik, serta pengembangan SPAM Karangnongko dengan kapasitas yang sama.

Yan menjelaskan, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan keandalan pasokan air baku sekaligus memperbaiki kualitas dan kuantitas pelayanan kepada pelanggan, terutama saat menghadapi musim kemarau di tahun-tahun mendatang.

Di akhir keterangannya, Yan mengajak masyarakat menggunakan air secara hemat dan bijaksana selama musim kemarau masih berlangsung. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pelanggan yang tetap setia menggunakan layanan Perumda Tirta Amerta, sembari memohon maaf atas gangguan distribusi yang terjadi.

“Kami mohon kepada pelanggan untuk berhemat dalam penggunaan air. Kami berterima kasih atas kesetiaan pelanggan dan mohon maaf atas pelayanan kami yang belum maksimal,” pungkasnya.***