Berita

Blora Buka Jalan Ekspor, Beras Premium dan Sapi Ditawarkan ke ID FOOD

×

Blora Buka Jalan Ekspor, Beras Premium dan Sapi Ditawarkan ke ID FOOD

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, (blora-ekspres.com) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mulai membidik pasar pangan premium hingga ekspor. Potensi beras organik dan sapi potong menjadi dua komoditas utama yang ditawarkan Bupati Blora Arief Rohman dalam penjajakan kerja sama dengan Holding BUMN Pangan ID FOOD.

Penjajakan kerja sama Pemkab Blora dengan ID FOOD untuk memperluas pasar beras premium dan sapi potong hingga berorientasi ekspor. Penjajakan itu dilakukan Bupati Blora Arief Rohman saat mengunjungi kantor ID FOOD dan diterima Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo serta Direktur Supply Chain Management dan IT ID FOOD Bernadetta Raras di Jakarta, Senin (14/09/2026).

Dalam pertemuan itu, Mas Arief, sapaan akrab Bupati Blora memaparkan sejumlah potensi pangan Blora yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan dan diperluas pasarnya. Menurutnya, Blora memiliki basis pertanian dan peternakan yang kuat, namun masih membutuhkan penguatan pasar dan kemitraan.

“Blora salah satu daerah penghasil padi terbesar. Selain itu, sektor peternakan juga luar biasa. Kami ingin mengoptimalkan potensi-potensi yang ada dan menggali potensi daerah di sektor lain,” ujar Mas Arief.

Salah satu komoditas yang kini dikembangkan Pemkab Blora adalah beras organik. Produk tersebut didorong tidak hanya memenuhi pasar lokal, tetapi masuk ke segmen premium dengan orientasi pasar yang lebih luas, termasuk ekspor.

Selain beras, potensi sapi potong juga menjadi perhatian. Mas Arief menyebut Blora memiliki populasi sapi potong yang besar di Jawa Tengah. Tingginya aktivitas perdagangan ternak di pasar hewan juga menunjukkan besarnya potensi ekonomi sektor tersebut.

“Pasar hewan di Blora buka setiap pasaran Pon atau lima hari sekali. Nilai transaksi dalam satu kali pasaran mencapai miliaran. Ini menjadi salah satu potensi yang perlu dikembangkan,” kata Mas Arief.

Mas Arief berharap kemitraan dengan ID FOOD dapat membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani dan peternak.

“Kami ingin bermitra dengan ID FOOD di sektor pangan, terutama kelas premium yang orientasinya sampai ekspor. Dengan begitu, penghasilan para petani bisa bertambah,” tegas Mas Arief.

Mas Arief menambahkan, Pemkab Blora terbuka terhadap investasi dan kemitraan untuk mengembangkan sektor pangan. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas daerah sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Sementara, Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo menyambut positif penjajakan kerja sama tersebut. Ia mengatakan ID FOOD sebenarnya telah menjalin kerja sama dengan Pemkab Blora, meski sejauh ini masih dalam skala terbatas.

“Kami menyambut baik kedatangan Pak Bupati Blora. Sebenarnya kami juga sudah bekerja sama dengan Pemkab Blora, meskipun masih skala kecil. Sudah ada produk dari Blora yang kami ambil,” ujar Ghimoyo.

Ke depan, Ghimoyo menyebut kerja sama tidak hanya akan berfokus pada beras. Potensi sapi dan daging sapi Blora juga dinilai dapat masuk dalam pengembangan bisnis pangan ID FOOD.

“Ke depan tidak hanya beras saja yang kami ambil. Kami siap support apa yang dibutuhkan untuk Blora,” kata Ghimoyo.

Menurut Ghimoyo, potensi sapi potong Blora juga menjadi sektor yang terbuka untuk disinergikan dengan ID FOOD.

“Blora juga salah satu penghasil sapi terbesar di Jawa Tengah. Jadi daging sapi ini juga kita masuk, sehingga apa yang bisa kita sinergikan dengan Pemkab Blora,” pungkas Ghimoyo.***