BLORA, (blora-ekspres.com) – Bupati Blora, Arief Rohman, mendorong Forum Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Blora untuk lebih aktif dalam memetakan potensi remaja, termasuk anak putus sekolah, guna memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah.
Hal tersebut disampaikan saat pengukuhan 21 Pengurus Forum GenRe Kabupaten Blora Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Kabupaten Blora, Rabu (22/04/2026).
Mas Arief, sapaan akrab Bupati Blora menegaskan, bahwa potensi generasi muda di Blora sangat besar dan perlu dikelola secara terarah melalui sinergi lintas sektor.
“Potensi generasi remaja Blora sangat luar biasa. Saya minta dipetakan, program apa saja yang bisa disinergikan, baik dengan dinas pengendalian penduduk maupun dinas kepemudaan dan olahraga,” ujar Mas Arief.
Mas Arief menilai, pemetaan potensi remaja menjadi langkah penting dalam menghadapi bonus demografi, sekaligus mengoptimalkan berbagai sektor seperti seni budaya, olahraga, hingga pertanian melalui komunitas petani milenial.
Selain itu, Mas Arief juga menekankan pentingnya ruang-ruang kreatif bagi remaja agar terhindar dari berbagai risiko sosial seperti penyalahgunaan narkotika, pernikahan dini, dan kenakalan remaja.
“Anak-anak Blora ini kreatif. Perlu difasilitasi event atau ajang untuk menampung kreativitas mereka,” tambah Mas Arief.
Mas Arief juga meminta agar program GenRe selaras dengan prioritas pembangunan nasional, seperti ketahanan pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penguatan koperasi desa.
Dalam kesempatan itu, Mas Arief turut menyoroti sejumlah tantangan pembangunan SDM, di antaranya kasus stunting dan angka putus sekolah.
Mas Arief berharap GenRe dapat berperan sebagai motivator bagi remaja untuk terus melanjutkan pendidikan.
“Baru sekitar 55–60 persen lulusan SMA di Blora yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Ini perlu kita dorong bersama,” ungkap Mas Arief.
Menurut Mas Arief, perlu ada pemetaan terhadap anak-anak berprestasi yang terkendala ekonomi agar dapat dibantu melalui program beasiswa. Ia juga membuka peluang bagi lulusan SMK untuk bekerja sambil melanjutkan pendidikan, termasuk kesempatan kerja di luar negeri.
“Anak-anak yang pintar tetapi terkendala ekonomi harus kita dorong agar tetap bisa kuliah, salah satunya melalui beasiswa,” tegas Mas Arief.
Mas Arief meminta pengurus GenRe menyusun program kerja yang realistis dan berbasis kebutuhan remaja, serta memperkuat kolaborasi dengan OPD, camat, hingga pemerintah desa.
Sementara itu, perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Eka Setya Ardiningsih, menekankan pentingnya penguatan ketahanan remaja di tengah tantangan sosial saat ini.
Ia menyoroti fenomena fatherless, yaitu kondisi ketika anak tumbuh tanpa kehadiran peran aktif ayah, yang dinilai berdampak pada perkembangan emosional dan sosial anak.
“Peran ayah sangat penting sebagai pendamping, pembimbing, dan pelindung bagi anak,” ujarnya.
Sebagai upaya penguatan keluarga, BKKBN mendorong Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), sekaligus mengingatkan pentingnya literasi digital bagi remaja agar mampu menyaring informasi di era digital.
Forum GenRe sendiri memiliki tugas menyebarluaskan informasi terkait Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), yaitu pencegahan pernikahan dini, seks pranikah, dan penyalahgunaan NAPZA.
Acara pengukuhan turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Blora Ainia Shalichah Arief Rohman, Plt Kepala Dindalduk KB Blora Agus Puji Mulyono, Kepala Dinporabudpar Iwan Setiyarso, jajaran camat, PLKB, serta pengurus KB.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama pengurus GenRe tingkat kabupaten dan kecamatan, serta diskusi bertema peran ayah dan bunda dalam pembinaan remaja.***











