Berita

Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Blora Ajak Fatayat NU Kembangkan Pertanian Organik

×

Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Blora Ajak Fatayat NU Kembangkan Pertanian Organik

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) – Penguatan ketahanan pangan berbasis keluarga menjadi perhatian dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Pendopo Kabupaten Blora, Minggu (26/04/2026).

Pemerintah Kabupaten Blora mendorong kader Fatayat NU untuk berperan aktif dalam mendukung ketersediaan pangan rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan dan pengembangan pertanian organik.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Blora Ainia Shalichah, Wakil Ketua PCNU Blora Imron, Ketua Muslimat NU Blora Komariyah, jajaran PC GP Ansor Blora, serta kader Fatayat NU dari seluruh kecamatan.

Bupati Blora, Arief Rohman, menegaskan bahwa potensi sektor pertanian di Blora sangat besar dan perlu didukung oleh keterlibatan masyarakat, termasuk perempuan muda Fatayat NU.

“Rumah-rumah kader Fatayat bisa ditanami cabai dan sayur-mayur untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Ini juga bisa disinergikan dengan PKK,” ujar Mas Arief, sapaan akrab Bupati Blora.

Ia juga mendorong agar gerakan pertanian organik yang sudah mulai berkembang di lingkungan Nahdlatul Ulama dapat diperluas melalui peran aktif Fatayat NU.

“Potensi di Blora ini luar biasa. Fatayat bisa berpartisipasi, terutama yang memiliki hobi bertani, untuk mengembangkan pertanian organik,” lanjutnya.

Selain sektor pangan, Bupati yang akrab disapa Gus Arief itu juga menekankan pentingnya dukungan Fatayat NU terhadap program pemerintah, mulai dari layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan hingga program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami berharap Fatayat juga bisa bersinergi dalam mendukung program kesehatan dan program nasional lainnya, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Blora, Imatul Imro’ah, menyampaikan bahwa Harlah ke-76 mengusung tema “Fatayat NU yang berdaya, berdampak, dan mendunia”.

Ia menjelaskan bahwa “berdaya” dimaknai sebagai penguatan kapasitas perempuan dalam bidang ekonomi, intelektual, dan spiritual, termasuk melalui UMKM. Sementara “berdampak” berarti kehadiran Fatayat harus memberi solusi nyata bagi masyarakat.

“Fatayat harus hadir menjawab persoalan seperti kesehatan ibu dan anak, kekerasan terhadap perempuan, hingga literasi digital,” jelasnya.

Adapun “mendunia”, lanjutnya, menunjukkan harapan agar kader Fatayat mampu berkontribusi di tingkat global dengan membawa nilai Islam yang ramah dan moderat.

Wakil Ketua PCNU Blora, Imron, dalam kesempatan itu juga mengajak kader Fatayat untuk memperkuat spiritualitas dan peran sosial di masyarakat.

“Fatayat tidak lagi berada di belakang, tetapi harus tampil di depan dan menjadi inspirasi,” tegasnya.

Peringatan Harlah ke-76 Fatayat NU Blora ini turut diisi dengan khotmil Qur’an, pemotongan tumpeng, penyerahan hadiah lomba Daiyah Online Hymne Fatayat, serta mauidhoh hasanah oleh Nyai Siti Masitoh Ismari.***