BLORA, (blora-ekspres.com) – Seekor sapi jenis limosin dengan bobot mencapai 1,1 ton milik peternak di Kabupaten Blora diusulkan sebagai kandidat hewan kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto pada Iduladha tahun ini.
Sapi tersebut merupakan milik Surati, warga Dukuh Kaligandu, Desa Prantaan, Kecamatan Bogorejo. Selama kurang lebih lima tahun dirawat, sapi itu akhirnya dipercaya oleh Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora untuk diusulkan sebagai hewan kurban Presiden.
Surati mengaku bangga sekaligus tidak menyangka sapi peliharaannya bisa masuk dalam kandidat bantuan orang nomor satu di Indonesia tersebut.
“Saya bangga sekali, hampir tidak percaya sapi saya bisa diusulkan jadi kurban Presiden,” ujar Surati, Kamis (30/04/2026).
Surati juga menuturkan, perawatan sapi tersebut dilakukan secara sederhana tanpa perlakuan khusus. Surati mengatakan sapi hanya diberi pakan rumput seadanya serta minum campuran dedak.
“Tidak ada kiat khusus, sehari-hari cuma diberi makan rumput dan minum campuran dedak,” kata Surati.
Saat ini, di kandangnya terdapat empat ekor sapi dan semuanya berjenis limosin. Surati mengaku tidak pernah menyangka salah satu di antaranya bisa memiliki bobot hingga lebih dari satu ton dan dilirik pemerintah.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan DP4 Blora, Rasmiyana menjelaskan, bahwa alokasi bantuan hewan kurban dari Presiden untuk Kabupaten Blora tetap satu ekor sapi setiap tahun.
Rasmiyana menyebut sapi yang diusulkan berasal dari Desa Prantaan dengan bobot sekitar 1.100 kilogram dan berumur kurang lebih lima tahun.
“Sapi yang disiapkan jenis limosin jantan dengan bobot sekitar 1.100 kilogram dan kondisinya sehat,” ujarnya.
Secara tak langsung, Rasmiyana juga menegaskan bahwa sapi tersebut saat ini terus dipantau kesehatannya oleh petugas agar tetap dalam kondisi optimal hingga hari penyembelihan. Ia menyebut kondisi sapi dalam keadaan sehat dan terjaga dengan baik.
“Kondisi sapi saat ini terus kami pantau oleh petugas kesehatan hewan, dan alhamdulillah dalam keadaan sehat serta terjaga dengan baik hingga menjelang penyembelihan,” ujar Rasmiyana.
Lebih lanjut, ia menjelaskan terdapat sejumlah kriteria yang harus dipenuhi agar hewan layak menjadi kurban bantuan Presiden. Di antaranya harus berjenis kelamin jantan, tidak memiliki cacat fisik seperti pincang atau cacat telinga, serta tidak mengalami gangguan pada organ reproduksi.
“Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi, di antaranya sapi harus jantan, tidak cacat fisik seperti pincang atau cacat telinga, serta tidak ada gangguan pada organ reproduksi,” jelas Rasmiyana.
Jika lolos tahap verifikasi akhir, sapi milik Surati tersebut akan menjadi perwakilan bantuan kurban Presiden untuk masyarakat Kabupaten Blora pada perayaan Iduladha mendatang.***











