BLORA, (blora-ekspres.com) – Setelah resmi menetapkan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang sebagai bandara internasional per 25 April 2025 melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2025, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kini mengalihkan fokusnya pada pengaktifan kembali dua bandara perintis, yakni Bandara Dewandaru di Jepara dan Bandara Ngloram di Blora.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Blora, Arief Rohman mengaku telah melakukan komunikasi langsung dengan Gubernur Jateng mengenai rencana reaktivasi Bandara Ngloram.
“Ya, beberapa waktu lalu Pak Gubernur sudah telepon saya. Sekarang ini masih dalam tahap pembahasan final. Kemungkinan besar maskapai yang akan masuk adalah Susi Air untuk mengaktifkan kembali penerbangan di Bandara Ngloram,” ungkap Mas Arief, sapaan akrab Bupati Blora saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Blora, Senin (05/05/2025).
Mas Arief menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Blora masih menunggu kepastian dari Kementerian Perhubungan mengenai tahapan finalisasi operasional bandara yang sebelumnya sempat vakum tersebut.
“Kita masih menunggu keputusan final dari Kementerian Perhubungan. Mudah-mudahan prosesnya berjalan lancar dan segera terealisasi,” jelas Mas Arief.
Lebih jauh, Mas Arief berharap pengaktifan kembali Bandara Ngloram bisa menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dalam sektor investasi dan pariwisata.
“Semoga nanti bisa membuka akses lebih luas untuk investasi masuk ke Blora. Selain itu, potensi pariwisata lokal juga bisa lebih berkembang dengan kemudahan akses udara ini,” harap Mas Arief.
Menurutnya, Gubernur Ahmad Luthfi memang sedang menginisiasi strategi besar untuk menghidupkan kembali bandara-bandara perintis di Jawa Tengah sebagai bagian dari pemerataan pembangunan wilayah.
“Pak Gubernur sekarang sedang mendorong pengaktifan bandara di beberapa kota. Selain Blora, juga Jepara, Cilacap, dan Purbalingga. Ini langkah strategis untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Mas Arief.
Sebagai informasi, Bandara Ngloram Blora sebelumnya sempat diresmikan kembali pada akhir 2021 setelah direvitalisasi menggunakan dana APBN sebesar Rp132 miliar. Namun, aktivitas penerbangan sempat terhenti karena berbagai kendala. Kini, dengan inisiatif baru dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, diharapkan bandara tersebut bisa kembali melayani masyarakat dan mendorong kemajuan wilayah Blora dan sekitarnya.***











