Berita

Bayar Retribusi, Warga Harapkan Perbaikan Fasilitas GOR Kolonel Sunandar

×

Bayar Retribusi, Warga Harapkan Perbaikan Fasilitas GOR Kolonel Sunandar

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) – Kondisi Gedung Olahraga (GOR) Kolonel Sunandar Kudus kian memprihatinkan. Sejumlah fasilitas terlihat rusak parah dan tak layak dipakai, terutama lapangan bulu tangkis yang kerap menjadi tempat berlatih masyarakat dari berbagai kalangan.

Pantauan di lokasi, kerusakan langsung terlihat sejak di bagian teras. Plafon dan kerangka atap ambrol serta rapuh. Di dalam GOR, tiga lapangan bulu tangkis tampak dalam kondisi mengenaskan. Karpet-karpetnya sobek, sementara alas kayu sudah lapuk dan sebagian lepas. Kondisi dinding pun memudar dengan bercak-bercak kotoran, ditambah pencahayaan yang redup sehingga menimbulkan kesan angker.

Salah satu pengguna rutin lapangan bulu tangkis di GOR tersebut, Agus Supriyono mengaku prihatin dengan kondisi yang dibiarkan tanpa perbaikan. Ia mengatakan, hampir setiap minggu datang berlatih hingga empat kali.

“Saya pakai rutin, biasanya Sabtu pagi, Jumat pagi, Selasa sore, dan Rabu sore. Kalau tidak ada halangan, pasti main di sini,” ungkap Agus saat ditemui, Sabtu (16/08/2025).

Menurut Agus, banyak pihak memanfaatkan GOR itu, mulai dari klub bulu tangkis, remaja, anak-anak hingga lansia. Namun sayangnya, kondisi lapangan yang tidak layak membuat aktivitas olahraga menjadi berisiko.

“Kondisi lapangan sudah gak layak pakai. Karpetnya sobek, lantai kayunya lapuk dan lepas. Kalau dipaksakan, pemain bisa cedera. Kasihan kalau ada anak-anak yang sedang latihan,” ujar Agus.

Padahal, lanjut Agus, masyarakat yang menggunakan fasilitas GOR selalu membayar retribusi. Dengan demikian, pemerintah daerah dan dinas terkait seharusnya memberikan pelayanan terbaik dengan memperbaiki kerusakan fasilitas.

“Kami kan bayar retribusi. Harusnya ada pelayanan yang sepantasnya. Bagaimana bisa menghasilkan bibit atlet unggul kalau fasilitasnya saja membahayakan,” tegas Agus.

Agus menambahkan, kerusakan lapangan sebenarnya sudah berlangsung sejak dua tahun terakhir dan semakin parah. Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda perbaikan.

“Sudah dua tahun kondisinya seperti ini, tapi tidak ada perhatian. Harapannya pemerintah daerah bisa segera memperbaiki. Ini kan arena publik, biar layak dipakai masyarakat,” beber Agus.