BLORA, (blora-ekspres.com) – Tragedi kebakaran sumur minyak ilegal di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, yang menelan korban jiwa, menjadi perhatian serius Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Blora. Sebagai tindak lanjut, Forkopimda menggelar Apel Tiga Pilar di Halaman Setda Blora, Kamis (21/08/2025).
Dalam apel tersebut, Forkopimda sepakat mengeluarkan Maklumat Bersama untuk menghentikan seluruh aktivitas pengeboran sumur minyak baru yang dilakukan tanpa prosedur hukum. Apel dihadiri jajaran kepala OPD, camat, kepala desa dan lurah, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas se-Kabupaten Blora.
Maklumat tersebut ditandatangani Forkopimda dan dibacakan langsung oleh Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, didampingi Bupati Blora, Arief Rohman, dan perwakilan Dandim 0721 Blora.
Kapolres menegaskan, keputusan ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 serta arahan Menteri ESDM pada 29 Juli 2025.
“Kami melarang segala bentuk pengeboran sumur minyak baru oleh masyarakat yang tidak melalui prosedur hukum. Hanya sumur yang sudah berproduksi sesuai aturan yang diperbolehkan. Jika ada pelanggaran, akan kami tindak tegas sesuai hukum,” tegas AKBP Wawan Andi.
AKBP Wawan Andi menambahkan, tragedi di Gandu harus dijadikan pelajaran bersama.
“Kejadian di Gandu yang menelan korban jiwa tidak boleh terulang. Karena itu, kami kumpulkan tiga pilar diantaranya, Bupati, TNI, Polri, dan perangkat desa untuk satu persepsi, satu visi, dan satu langkah,” lanjut AKBP Wawan Andi.
Sebelum apel digelar, Pemkab Blora telah melakukan rapat koordinasi dengan Kementerian ESDM, Pertamina, serta stakeholder terkait.
Bupati Blora, Arief Rohman menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang mendata sekitar 4.000 sumur minyak masyarakat untuk diajukan ke Gubernur Jawa Tengah, sebelum diteruskan ke Menteri ESDM.
“Sambil menunggu proses identifikasi ini, seluruh sumur masyarakat dihentikan dulu operasionalnya. Kami tidak ingin ada lagi korban. Kalau izinnya nanti keluar, barulah sumur bisa dikelola secara resmi, bahkan bisa lewat koperasi, BUMD, atau UMKM,” jelas Mas Arief, sapaan akrab Bupati Blora.
Mas Arief juga menyampaikan belasungkawa atas peristiwa kebakaran di Gandu.
“Kami turut berduka atas tiga korban yang meninggal. Semoga husnul khatimah. Untuk dua korban yang masih dirawat di RS Sarjito Yogyakarta, kita doakan segera pulih,” ucap Mas Arief.
Lebih lanjut, Mas Arief menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.
“Sumur-sumur ilegal harus ditutup sampai proses legalisasi tuntas. Kami minta kepala desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas mengingatkan warganya agar menghentikan aktivitas pengeboran baru. Keselamatan rakyat jauh lebih penting,” tandas Mas Arief.
Sementara itu, Kodim melalui Kasdim Mayor Inf. Bani menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Forkopimda.
“Kodim sangat mendukung dan mengapresiasi terbentuknya Tiga Pilar Desa. Semoga langkah ini membawa manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujar Mayor Inf. Bani.***











