BeritaPEMERINTAHAN

Bupati Blora Serahkan Donasi Masyarakat dan ASN untuk Korban Banjir Aceh

×

Bupati Blora Serahkan Donasi Masyarakat dan ASN untuk Korban Banjir Aceh

Sebarkan artikel ini

ACEH TIMUR, (blora-ekspres.com) – Bupati Blora Arief Rohman bersama Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH. Abdul Gaffar Rozin melakukan kunjungan kemanusiaan ke Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur untuk menyerahkan bantuan kepada warga terdampak banjir besar yang melanda wilayah Aceh, Senin (02/02/2026).

Desa Peunaron Baru merupakan desa transmigrasi warga Jawa, dikelilingi oleh bukit, lembah sungai, dan perkebunan sawit. Rombongan tiba setelah menempuh perjalanan darat sekitar lima jam dari Medan, melewati sejumlah daerah dengan kondisi jalan dan sisa-sisa puing rumah yang hancur akibat banjir hebat.

Begitu tiba, Mas Arief, sapaan akrab Bupati Blora bersama Ketua PWNU terlebih dahulu meninjau renovasi Musholla Miftahul Ulum di Dusun Dataran Indah. Musholla itu sempat rusak parah akibat banjir pada akhir 2025, namun kini telah diperbaiki oleh tim relawan PWNU Jawa Tengah.

Ketua PWNU Jateng, KH. Abdul Gaffar Rozin, menjelaskan misi kunjungan yang dilakukan bersama Bupati Blora untuk membantu masyarakat pascabanjir yang mayoritas warga transmigrasi asal Blora

“Relawan kami sudah sebulan di sini membantu masyarakat pascabanjir. Ternyata banyak warga transmigrasi asal Blora di desa ini, sehingga kami ajak Pak Bupati Blora untuk nostalgia menyapa diaspora Blora sekaligus menyerahkan bantuan untuk mereka di sini,” ujar Abdul Gaffar.

Abdul Gaffar menambahkan bahwa bantuan yang diserahkan PWNU Jateng senilai Rp 4,2 miliar digunakan untuk kebutuhan pembangunan kembali sarana fisik lembaga pendidikan, musholla, fasilitas sekolah, serta peralatan dan buku pelajaran termasuk buku agama untuk kegiatan ngaji.

“Memang jumlahnya tidak besar, tetapi kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang kesusahan,” tegas Abdul Gaffar.

Penyerahan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Blora melalui Baznas dan Korpri juga dilakukan Bupati Arief Rohman. Turut mendampingi Ketua Baznas Blora Sutaat dan perwakilan Korpri, Asisten Sekda Dasiran.

Bantuan ini bukan hanya untuk Aceh Timur, melainkan dialokasikan ke enam kabupaten terdampak banjir untuk perbaikan sejumlah tempat ibadah dan sekolah dengan total nilai Rp 230 juta, hasil pengumpulan donasi dari masyarakat Blora dan para ASN.

Mas Arief menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh masyarakat Blora dan aparatur sipil negara (ASN) yang telah berdonasi sehingga bantuan dapat dikirimkan ke Aceh.

“Terima kasih kepada seluruh warga masyarakat dan ASN Kabupaten Blora yang telah berdonasi untuk saudara-saudara kita korban banjir di Aceh. Bantuan ini merupakan amanah yang kami serahkan langsung ke lokasi terdampak,” ujar Mas Arief.

Lebih lanjut, Mas Arief menambahkan, penyaluran bantuan ini memiliki makna yang lebih dalam karena di daerah terdampak, banyak pula warga transmigrasi asal Blora yang juga ikut merasakan dampak banjir akhir 2025 lalu.

“Di sana ternyata banyak warga transmigrasi dari Blora yang ikut terdampak. Ini menjadi alasan kuat bagi kami untuk hadir langsung dan memastikan bantuan sampai kepada yang membutuhkan,” tambah Mas Arief.

Sementara, Ketua Baznas Kabupaten Blora, Sutaat menjelaskan, bahwa bantuan diserahkan secara tunai kepada enam kabupaten masing-masing Rp 30 juta.

“Kami serahkan secara cash. Terima kasih kepada seluruh donatur, sedekah Anda semua sangat membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir,” kata Sutaat.

Salah satu pengurus PWNU Aceh, Tengku Ahmad Afzal mengapresiasi perhatian yang diberikan penduduk Jawa Tengah, termasuk kehadiran Bupati Blora yang jauh-jauh hadir langsung:

“Kami sangat mengapresiasi perhatian besar dari nahdliyin di Jawa Tengah untuk warga kami di Aceh… semoga kedatangan PWNU Jateng dan Pak Bupati Blora dapat menambah semangat kami untuk bangkit lebih cepat lagi,” ucapnya.

Tokoh warga setempat, Mbah Jiyo, yang merupakan transmigran asal Seren, Sendangwungu, Blora, sejak tahun 1980, menyampaikan rasa harunya atas kunjungan ini:

“Alhamdulillah Pak Bupati Blora sampai sini. Terima kasih Pak Bupati sudah berkenan menjenguk kami. Kemarin banjirnya besar sekali, rumah-rumah tinggal kelihatan atapnya saja,” ungkapnya.

Ia juga menceritakan dampak banjir yang ekstrem, termasuk kejadian tragis di mana ada warga yang hilang diterkam buaya saat menyeberangi sungai pascabanjir.