BLORA, (blora-ekspres.com) – Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Wantilgung, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, tak hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Pemerintah Desa Wantilgung memanfaatkannya untuk membantu meringankan beban warga melalui bazar sembako murah sekaligus menyalurkan santunan kepada 25 anak yatim.
Warga dapat membeli paket sembako hanya dengan harga Rp. 97.000 yang digelar di halaman Koperasi Desa Merah Putih Desa Wantilgung, Selasa (25/08/2026).
Paket sembako murah tersebut berisi beras, gula pasir, minyak goreng, mi instan, dan telur. Setiap warga yang membeli paket juga mendapatkan kupon doorprize sehingga kegiatan berlangsung semakin semarak.
Kepala Desa Wantilgung, Sutrisno mengatakan, pasar murah tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap kebutuhan masyarakat, terutama di tengah perubahan harga sejumlah bahan pokok.
“Pasar murah ini kami gelar agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Harapannya, beban pengeluaran keluarga bisa sedikit berkurang,” ujar Sutrisno.
Menurut Sutrisno, kegiatan tersebut tidak sekadar menyediakan sembako dengan harga murah. Pasar murah juga menjadi upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan desa.
Selain bazar sembako, Pemerintah Desa Wantilgung juga memberikan santunan kepada 25 anak yatim. Santunan tersebut diberikan sebagai wujud kepedulian sekaligus bentuk syukur dalam momentum peringatan kemerdekaan.
Sutrisno berharap santunan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi para penerima. Ia juga mendorong anak-anak yatim untuk tetap semangat belajar dan mengejar cita-cita demi masa depan yang lebih baik.
“Yang kami berikan mungkin tidak seberapa, tetapi kami berharap santunan ini bisa bermanfaat dan memberikan kebahagiaan bagi anak-anak. Kami ingin mereka terus semangat meraih cita-cita,” kata Sutrisno.
Sutrisno menambahkan, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga dengan saling membantu dan memperkuat solidaritas.
“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kepedulian, empati, solidaritas, dan gotong royong. Kalau masyarakat saling membantu, kebersamaan akan semakin kuat,” tegas Sutrisno.
Rangkaian kegiatan tersebut pun diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara langsung bagi warga, tetapi juga mempererat hubungan sosial serta menumbuhkan semangat gotong royong di Desa Wantilgung.***











