JAKARTA, (blora-ekspres.com) – Pemerintah Kabupaten Blora kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pengembangan pendidikan tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan dengan penyerahan hibah lahan seluas 87.074 meter persegi atau lebih dari 8,7 hektare di kawasan Kamolan, Kecamatan Blora, kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk pengembangan kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Blora.
Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Barang Milik Daerah berupa tanah yang nantinya akan digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) UNY tersebut dilaksanakan di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Jumat (12/06/2026).
Acara penyerahan dihadiri oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Prof. Badri Munir Sukoco, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Sistem Informasi UNY Prof. Soni Nopembri, Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, Sekretaris Daerah Kabupaten Blora Komang Gede Irawadi, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan, bahwa hibah lahan tersebut merupakan investasi jangka panjang yang dilakukan Pemkab Blora untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat.
Menurut Mas Arief, sapaan akrab Bupati Blora, keberadaan kampus UNY di Blora diharapkan mampu memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda sekaligus mendorong peningkatan angka partisipasi pendidikan di daerah.
“Ini adalah investasi jangka panjang Kabupaten Blora untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat. Kami berharap keberadaan Kampus UNY nantinya dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Blora di berbagai bidang,” ujar Mas Arief.
Mas Arief itu juga berharap pengembangan kampus UNY di Blora dapat dilakukan secara bertahap, termasuk membuka program pendidikan pascasarjana di masa mendatang.
“Kalau memungkinkan, ke depan program Pascasarjana juga bisa dibuka di Blora sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus keluar daerah,” tambahnya.
Mas Arief menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Blora meningkatkan angka masyarakat yang mengenyam pendidikan tinggi. Setelah sebelumnya berhasil menghadirkan Poltekkes Kemenkes Semarang di Blora, kini pemerintah daerah kembali mendorong hadirnya perguruan tinggi negeri lainnya.
Mas Arief menargetkan, angka lulusan SMA sederajat yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dapat meningkat dari sekitar 60 persen menjadi 70 persen dalam beberapa tahun mendatang.
Sementara itu, pihak UNY menyambut baik dukungan yang diberikan Pemkab Blora. Dengan telah diserahkannya lahan tersebut, proses perencanaan dan pembangunan fasilitas PSDKU UNY di Blora akan segera dilakukan.
Keberadaan kampus tersebut direncanakan membuka sejumlah program studi yang relevan dengan potensi dan kebutuhan daerah. Di antaranya Program Studi Ilmu Keolahragaan untuk mendukung pembinaan atlet berprestasi, Teknologi Informasi, hingga program-program yang berkaitan dengan sektor pariwisata dan ketahanan pangan.
Wakil Rektor UNY Prof. Soni Nopembri menegaskan bahwa UNY berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan berkualitas bagi masyarakat Blora dan wilayah sekitarnya.
Menurutnya, pengembangan kampus di Blora menjadi bagian dari upaya UNY dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mendukung pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas SDM.
“Pengembangan kampus UNY di Blora merupakan bagian dari komitmen kami untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mendukung pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Soni.
Keberadaan PSDKU UNY di Blora juga diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Kehadiran ribuan mahasiswa, dosen, dan tenaga pendukung di masa mendatang diyakini akan mendorong berkembangnya berbagai sektor usaha masyarakat, mulai dari perumahan, kuliner, perdagangan, hingga jasa.
Dengan terealisasinya hibah lahan tersebut, Pemkab Blora berharap pembangunan kampus UNY dapat segera dimulai sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dalam waktu yang tidak terlalu lama. Langkah ini sekaligus menjadi tonggak penting dalam upaya menjadikan Blora sebagai daerah yang semakin maju melalui penguatan sektor pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.***











