BeritaPEMERINTAHAN

Pengelolaan Sumur Tua dan Migas, Boyolali Berguru ke Blora

×

Pengelolaan Sumur Tua dan Migas, Boyolali Berguru ke Blora

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora di Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah Kabupaten Blora, Rabu (08/07/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antardaerah sekaligus mempelajari tata kelola potensi sumber daya alam (SDA), khususnya sektor minyak dan gas bumi (migas), sumber daya mineral, serta pengelolaan sumur tua melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Rombongan Pemkab Boyolali dipimpin langsung oleh Bupati Boyolali Agus Irawan, didampingi jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan BUMD PT Aneka Karya, dan pimpinan Bank Jateng Cabang Boyolali. Kedatangan mereka disambut Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati (Wabup) Blora Sri Setyorini, beserta jajaran kepala OPD dan kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Blora.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Blora, Budhe Rini, sapaan akrab Wabup menyampaikan, apresiasi atas kunjungan balasan tersebut. Menurutnya, hubungan baik antardaerah menjadi modal penting untuk saling belajar dan mempercepat pembangunan.

“Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan yang luar biasa bagi kami menerima kunjungan resmi dari Pemerintah Kabupaten Boyolali. Kunjungan hari ini terasa sangat spesial karena menjadi momen kunjungan balasan yang sangat hangat,” ujar Budhe Rini.

Budhe Rini mengungkapkan, beberapa waktu lalu Pemkab Blora bersama Perumda Air Minum Tirta Amerta telah lebih dahulu melakukan studi tiru ke Boyolali untuk mempelajari tata kelola air bersih dan pelayanan publik. Kini, melalui kunjungan balasan tersebut, diharapkan kolaborasi kedua daerah semakin erat.

“Ini adalah wujud nyata kolaborasi maju bersama antardaerah di Jawa Tengah. Semoga melalui pertemuan ini kita dapat saling berbagi pengalaman dan memperkuat sinergi untuk kemajuan daerah masing-masing,” tambah Budhe Rini.

Budhe Rini juga menegaskan bahwa pertemuan tersebut difokuskan pada pertukaran pengalaman mengenai pengelolaan sumber daya alam, terutama sektor migas dan sumber daya mineral yang menjadi salah satu potensi unggulan Kabupaten Blora.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Blora, Ahmad Gojali, menjelaskan bahwa kunjungan kerja Pemkab Boyolali bertujuan mempelajari tata kelola BUMD dalam mengelola potensi sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Blora.

“Fokus pembelajaran yang ingin diketahui adalah pengelolaan sumur tua dan sumur rakyat yang selama ini menjadi salah satu potensi unggulan Kabupaten Blora,” jelas Ahmad Gojali.

Ahmad Gojali mengatakan, Pemkab Boyolali ingin mempelajari tata kelola BUMD dalam mengelola sektor migas, khususnya pengelolaan sumur tua dan sumur rakyat yang menjadi potensi unggulan Kabupaten Blora. Menurutnya, pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi Boyolali untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam sesuai karakteristik wilayahnya.

“Pengelolaan sumur tua dan sumur rakyat di Blora menjadi fokus pembelajaran dalam kunjungan ini. Kami berharap pengalaman tersebut bisa menjadi referensi bagi Kabupaten Boyolali dalam mengembangkan pengelolaan sumber daya alam secara optimal,” terang Ahmad Gojali.

Dalam sesi diskusi, Direktur BPE Blora Giri Nur Baskoro memaparkan berbagai potensi migas Kabupaten Blora, mulai dari mekanisme pengelolaan sumur tua dan sumur rakyat, keterlibatan masyarakat, hingga peran strategis BUMD dalam meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.***