BLORA, (blora-ekspres.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora memperkuat langkah untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Salah satu strategi yang disiapkan ialah mendata kendaraan milik Aparatur Sipil Negara (ASN) serta memperluas pengawasan kepatuhan wajib pajak hingga tingkat kecamatan dan desa.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi antara Pemkab Blora dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah di ruang pertemuan Setda Blora, Selasa (14/07/2026).
Rapat dipimpin Bupati Blora, Arief Rohman dan dihadiri Kepala Bapenda Jateng Muhamad Masrofi, Wakil Bupati Sri Setyorini, Sekda Komang Gede Irawadi, Jasa Raharja, Samsat Blora, Bank Jateng, para camat, serta kepala desa.
Mas Arief, sapaan akrab Bupati Blora menegaskan, penerimaan PKB dan BBNKB sangat strategis karena menjadi bagian dari opsen pajak yang berdampak langsung terhadap peningkatan PAD.
“PKB dan BBNKB ini sangat penting karena menjadi bagian dari opsen pajak yang nantinya kembali menjadi PAD untuk masyarakat. Kami berkomitmen menjalankan arahan Gubernur Jawa Tengah untuk mengoptimalkan penagihan tunggakan sekaligus menggali potensi penerimaan pajak tahun ini,” kata Mas Arief.
Menurut Mas Arief, peningkatan penerimaan pajak kendaraan akan berdampak langsung terhadap kemampuan pemerintah membiayai pembangunan, terutama pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya di Kabupaten Blora.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Blora akan melakukan pendataan kendaraan milik ASN agar menjadi teladan dalam kepatuhan membayar pajak. Program tersebut juga akan diperluas hingga tingkat kecamatan dan desa melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Semua langkah ini berbasis data. ASN akan kami data agar segera memenuhi kewajibannya membayar pajak kendaraan. Setelah itu, kami akan bergerak sampai tingkat kecamatan dan desa bersama seluruh stakeholder agar kesadaran masyarakat semakin meningkat,” tegas Mas Arief.
Mas Arief berharap, kepatuhan pembayaran PKB di Blora dapat menyamai keberhasilan realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang mampu melampaui target hingga 104 persen.
Mas Arief juga mengajak masyarakat yang masih memiliki tunggakan untuk segera memanfaatkan kesempatan membayar pajak karena hasilnya akan dikembalikan kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur.
“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah taat membayar pajak kendaraan. Bagi yang belum, mari segera menunaikan kewajibannya karena hasil pajak itu akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan jalan, irigasi, dan berbagai fasilitas publik lainnya,” pungkas Mas Arief.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Blora bersama Kepala Bapenda Provinsi Jawa Tengah juga menyerahkan hadiah Program Gebyar Hadiah Samsat 2026 kepada lima wajib pajak taat asal Kabupaten Blora sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor.***







