BLORA, (blora-ekspres.com) – Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Blora mencatat hasil yang menggembirakan. Hingga awal Agustus 2026, realisasi pendataan telah mencapai 85 persen atau melampaui target nasional yang pada periode yang sama berada di kisaran 70 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blora, Rukhedi, mengatakan capaian tersebut menunjukkan proses pendataan berjalan lebih cepat dari yang direncanakan. Dengan progres tersebut, pihaknya optimistis pelaksanaan sensus dapat diselesaikan sebelum tenggat waktu yang telah ditetapkan.
“Alhamdulillah, capaian pendataan di Kabupaten Blora sudah mencapai 85 persen. Angka itu sekitar 15 persen lebih tinggi dibanding target nasional yang saat ini berada di kisaran 70 persen,” ujar Rukhedi, saat ditemui di kantornya, Rabu (04/08/2026).
Menurutnya, sesuai Surat Perjanjian Kerja (SPK), pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026. Setelah seluruh pendataan rampung, tahapan berikutnya pada September akan difokuskan pada serah terima data dan penyelesaian administrasi.
“Kalau target sesuai SPK itu akhir Agustus. September segera serah terima data dan kemudian menyelesaikan administrasinya,” katanya.
Rukhedi menjelaskan, Sensus Ekonomi bukan sekadar mendata perusahaan atau pelaku usaha. Kegiatan ini bertujuan memotret secara menyeluruh aktivitas perekonomian masyarakat, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga perusahaan besar, termasuk kondisi ekonomi rumah tangga beserta sumber-sumber penghasilannya.
“Jadi tidak hanya bagaimana perusahaan, usaha kecil maupun yang besar, tetapi juga bagaimana potret keluarga, sumber-sumber ekonominya dan lain sebagainya,” jelasnya.
Ia menambahkan, data yang dihasilkan melalui sensus tersebut akan menjadi fondasi penting bagi pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan ekonomi. Menurutnya, kebijakan yang berbasis data akan lebih tepat sasaran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
“Data yang dihasilkan nantinya akan digunakan pemerintah untuk membuat kebijakan-kebijakan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” ungkap Rukhedi.
Selama pelaksanaan sensus, BPS Kabupaten Blora menilai proses pendataan berlangsung relatif lancar. Kendala di lapangan sangat minim karena masyarakat memberikan respons positif terhadap kedatangan petugas sensus.
Rukhedi menuturkan, dukungan dari Pemerintah Kabupaten Blora dan berbagai pihak turut berkontribusi terhadap kelancaran pelaksanaan sensus. Menurutnya, masyarakat justru antusias ketika petugas datang melakukan pendataan.
“Alhamdulillah kendala relatif tidak banyak. Dengan dukungan pemerintah daerah dan berbagai pihak, masyarakat juga merasa senang dengan kehadiran petugas. Mereka melihat yang lain didata, sehingga merasa dirinya juga perlu didata,” paparnya.
Untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026, BPS Kabupaten Blora mengerahkan sebanyak 956 personel yang terdiri atas petugas lapangan dan pengawas lapangan. Meski demikian, pada tahap awal pelaksanaan sempat ada beberapa petugas yang mengundurkan diri.
Namun, Rukhedi memastikan jumlahnya relatif kecil sehingga tidak mengganggu jalannya pendataan. Ia menyebut alasan pengunduran diri cukup beragam, mulai dari mengikuti pasangan pindah domisili, memperoleh pekerjaan lain, hingga memilih bergabung dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
“Kalau di Blora relatif kecil, hanya di awal-awal saja. Alasannya beragam, ada yang mengikuti suami pindah, ada yang sudah mendapat pekerjaan, kemudian ada juga yang mendaftar di KDMP,” pungkasnya.***











