Berita

Dua Anggota Polsek Ngawen Dikeroyok Saat Amankan Karnaval, 11 Orang Diamankan

×

Dua Anggota Polsek Ngawen Dikeroyok Saat Amankan Karnaval, 11 Orang Diamankan

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) – Pengamanan karnaval dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Rowobungkul, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, berujung kericuhan. Dua anggota Polsek Ngawen menjadi korban kekerasan fisik secara bersama-sama saat berupaya melerai warga yang terlibat keributan.

Peristiwa tersebut terjadi di perempatan Dukuh Randualas, Desa Rowobungkul, Sabtu (22/08/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Kapolsek Ngawen, AKP Lilik Eko Sukaryono, mengatakan kejadian bermula ketika anggota Polsek Ngawen sedang melaksanakan pengamanan kegiatan karnaval yang telah berlangsung sejak sekitar pukul 13.30 WIB.

“Awalnya anggota kami mendapati adanya gesekan antara warga Dukuh Tembang dengan warga Dukuh Randualas. Saat anggota hendak melerai, justru terjadi kekerasan terhadap anggota yang sedang menjalankan tugas pengamanan,” ujar AKP Lilik Eko Sukaryono, Minggu (23/08/2026).

Menurut AKP Lilik Eko, anggota Polsek Ngawen, Aiptu Sri Puryanto, merupakan personel pertama yang berusaha melerai keributan. Namun, ketika berupaya memisahkan warga yang terlibat, salah seorang warga dari Dukuh Tembang disebut memegangi Aiptu Sri Puryanto. Situasi kemudian semakin memanas. Dalam kerumunan tersebut, Aiptu Sri Puryanto diduga langsung dipukuli secara bersama-sama.

Melihat rekannya menjadi sasaran kekerasan, Aipda Mohammad Mashuri kemudian turut berupaya melerai. Namun, tindakan tersebut justru membuat Aipda Mohammad Mashuri ikut menjadi korban pengeroyokan.

“Anggota yang kedua juga ikut melerai. Tetapi dalam situasi tersebut, dia juga mengalami kekerasan fisik secara bersama-sama,” kata AKP Lilik Eko.

Akibat kejadian tersebut, kedua anggota Polsek Ngawen mengalami sejumlah luka.

Aiptu Sri Puryanto mengalami luka memar atau benjol pada bagian dahi, memar pada hidung, serta memar pada lutut kaki kiri. Setelah mendapatkan penanganan medis, Aiptu Sri Puryanto menjalani rawat jalan.

Sementara itu, Aipda Mohammad Mashuri mengalami luka yang lebih serius. Ia mengalami luka robek pada bagian atas kepala, benjol di hampir seluruh bagian kepala, serta luka memar dan benjol pada dahi. Aipda Mashuri kemudian menjalani rawat inap di Puskesmas Rowobungkul.

Polsek Ngawen selanjutnya melakukan penanganan atas kasus tersebut. Sebanyak 11 orang diamankan untuk dimintai keterangan dalam proses penyidikan.

“Untuk sementara ada 11 orang yang kami amankan untuk dimintai keterangan. Proses selanjutnya masih dilakukan penyidikan untuk mengetahui peran masing-masing,” jelas AKP Lilik Eko.

Pihak kepolisian juga masih mendalami rangkaian kejadian, termasuk latar belakang gesekan antara warga yang kemudian berujung pada kekerasan terhadap dua anggota polisi yang tengah menjalankan tugas pengamanan.

Kedua korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ngawen untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena kekerasan terjadi ketika anggota kepolisian sedang menjalankan tugas pengamanan kegiatan masyarakat. Polisi masih melakukan pendalaman terhadap keterangan para pihak guna mengungkap secara utuh kronologi dan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut.***