BLORA, (blora-ekspres.com) – Kondisi memprihatinkan Mbah Sumi, 70, warga Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, akhirnya mendapat perhatian langsung Pemerintah Kabupaten Blora.
Budhe Rini, sapaan akrab Wakil Bupati langsung turun langsung menemui Mbah Sumi dan dua warga rentan lainnya, Samini dan Suni, Senin (31/08/2026).
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut laporan Media Peduli mengenai warga yang membutuhkan perhatian dan akses pelayanan dasar. Budhe Rini datang bersama tim lintas instansi, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPBD, PMI, Dindukcapil, serta pihak terkait lainnya.
Perhatian utama tertuju kepada Mbah Sumi yang selama ini bertahan hidup di ruang berukuran sekitar 2×3 meter tanpa penerangan listrik memadai. Tempat tidur dan tungku masak berada dalam ruang yang sama sehingga kondisinya jauh dari layak.
Melihat kondisi tersebut, Budhe Rini memastikan pemerintah tidak akan membiarkan warga rentan luput dari pelayanan dasar. Bantuan diberikan sekaligus dilakukan pendataan untuk memastikan hak administrasi kependudukan dan layanan kesehatan mereka terpenuhi.
“Kami ucapkan terima kasih atas kepedulian media terhadap warga Blora yang belum terjangkau. Hari ini kami langsung turun memberikan bantuan dan memastikan administrasi kependudukan serta layanan kesehatan mereka terpenuhi,” ujar Budhe Rini.
Selain persoalan hunian, tim juga menemukan warga dengan persoalan kesehatan, termasuk penderita tuberkulosis (TB) dan warga yang mengalami stroke. Pemkab kemudian meminta tenaga kesehatan melalui Puskesmas Bogorejo melakukan pemantauan dan pemeriksaan secara rutin setiap bulan.
Untuk administrasi kependudukan, Dindukcapil langsung melakukan pendataan terhadap warga yang belum memiliki dokumen kependudukan atau datanya belum tercatat dalam sistem.
Sementara untuk Mbah Sumi, Pemkab Blora memilih memperbaiki kondisi tempat tinggalnya daripada memindahkannya ke panti sosial. Langkah itu diambil karena Mbah Sumi ingin tetap tinggal di lingkungan dan dekat dengan warga sekitar.
Budhe Rini mengatakan, perbaikan akan difokuskan pada tempat tidur dan kamar mandi agar hunian tersebut lebih layak dan nyaman.
“Kami lebih suka penanganan di sini agar warga tetap dekat dengan keluarganya. Yang penting kami benahi fasilitas tidur dan kamar mandinya,” tegas Budhe Rini.
Menurut Budhe Rini, penanganan warga rentan membutuhkan sinergi berbagai pihak. Pemerintah, masyarakat, relawan, perangkat desa hingga media dinilai memiliki peran penting untuk memastikan tidak ada warga yang luput dari perhatian.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi langkah awal Pemkab Blora untuk memastikan warga rentan di Jurangjero memperoleh hak dasar, mulai dari identitas kependudukan, layanan kesehatan hingga tempat tinggal yang lebih layak.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap penanganan tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi berlanjut melalui pendampingan dan pelayanan rutin agar warga rentan dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak dan bermartabat.***









