Berita

Pembangunan Pasar Ngawen Molor, Pedagang Terpaksa Bertahan di Lapak Relokasi

×

Pembangunan Pasar Ngawen Molor, Pedagang Terpaksa Bertahan di Lapak Relokasi

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) – Pedagang Pasar Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengaku kecewa lantaran pembangunan kembali pasar yang terbakar pada Januari 2024 belum juga rampung sesuai jadwal. Keterlambatan proyek membuat ratusan pedagang terpaksa bertahan berjualan di lokasi relokasi dengan kondisi yang dinilai kurang nyaman.

Sejak Pasar Ngawen dilalap api pada 9 Januari 2024, para pedagang direlokasi ke lahan di sebelah utara pasar. Di lokasi sementara tersebut, mereka mendirikan lapak di pinggir jalan dan harus menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari cuaca panas hingga minimnya fasilitas pendukung.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Ngawen, Ahmad Soleh, mengatakan keterlambatan pembangunan berdampak langsung terhadap aktivitas dan pendapatan para pedagang.

“Sebenarnya ini merugikan pedagang. Akhirnya, pedagang masih harus berpanas-panasan berjualan di tempat relokasi di pinggir jalan,” ujarnya, Rabu (5/08/2026).

Menurut Ahmad Soleh, berdasarkan informasi yang diterimanya, molornya pembangunan Pasar Ngawen dipicu keterlambatan pasokan material bangunan serta kenaikan harga sejumlah bahan konstruksi.

Padahal, berdasarkan jadwal awal, pembangunan pasar yang dikerjakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tersebut ditargetkan selesai pada 14 Juli 2026. Namun, tenggat waktu kemudian diperpanjang hingga 13 Agustus 2026.

Meski mengaku kecewa, para pedagang berharap proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai tambahan waktu yang telah diberikan.

“Ya, sedikit kecewa. Tapi saya berdoa semoga saja pembangunan bisa selesai sesuai tambahan waktu. Untuk perkembangan terakhir, saya memang belum memantau lagi, tetapi mudah-mudahan segera selesai,” katanya.

Di tengah kekecewaan itu, Ahmad Soleh tetap mengapresiasi langkah pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Blora yang telah merealisasikan pembangunan kembali Pasar Ngawen pascakebakaran.

Menurutnya, tidak semua daerah yang mengalami musibah serupa bisa langsung mendapatkan bantuan pembangunan pasar baru.

“Pedagang mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan Pemkab Blora yang sudah membangun kembali Pasar Ngawen. Pasar ini termasuk prioritas. Di daerah lain ada pasar yang terbakar, tetapi sampai sekarang belum dibangun,” tuturnya.

Ia berharap pembangunan dapat segera dituntaskan sehingga para pedagang bisa kembali menempati kios dan los baru serta menjalankan aktivitas perdagangan dengan lebih nyaman dan aman.

Bupati Minta Proyek Tak Molor Lagi

Sebelumnya, Bupati Blora Arief Rohman meninjau langsung progres pembangunan Pasar Ngawen pada Kamis (30/7/2026). Berdasarkan laporan, progres pembangunan telah mencapai 82,72 persen.

Arief meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan kontraktor pelaksana memaksimalkan sisa waktu agar proyek dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target terbaru, yakni 13 Agustus 2026.

“Berdasarkan informasi dari kementerian, memang sempat ada revisi adendum perjanjian yang semula selesai 13 Juli menjadi 13 Agustus. Kami berharap proyek ini tidak molor lagi sehingga tidak ada denda dan dapat selesai tepat waktu,” ujar Arief.

Bupati bahkan berharap Pasar Ngawen yang baru dapat menjadi salah satu lokasi perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.

“Kita ingin 17 Agustus nanti salah satunya bisa kita rayakan di sini, di Pasar Ngawen,” katanya.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan Pasar

Ngawen, Fahrizal Patriaman, belum memberikan tanggapan terkait molornya proyek tersebut meski telah dihubungi.

Sebagai informasi, pembangunan Pasar Ngawen dikerjakan oleh PT Joglo Multi Ayu dengan nilai kontrak sekitar Rp30 miliar. Proyek tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 240 hari kalender atau sekitar delapan bulan.

Meski mengalami keterlambatan, pihak kontraktor belum dikenai sanksi denda dan masih diberikan tambahan waktu selama satu bulan untuk menyelesaikan pembangunan pasar yang menjadi pusat perekonomian masyarakat Kecamatan Ngawen tersebut.***