Berita

Tempuh 50 Kilometer Dari Blora ke Grobogan, Estafet Tunas Kelapa Resmi Bergulir

×

Tempuh 50 Kilometer Dari Blora ke Grobogan, Estafet Tunas Kelapa Resmi Bergulir

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) – Estafet Tunas Kelapa (ETK) 2026 Kwartir Daerah Jawa Tengah resmi bergulir dari Kabupaten Blora. Pasukan ETK yang membawa simbol kebanggaan Gerakan Pramuka tersebut dilepas Ketua Kwarcab Blora yang juga Wakil Bupati (Wabup) Blora, Sri Setyorini, untuk melanjutkan estafet menuju Kabupaten Grobogan di Lapangan Kridosono, Selasa (01/09/2026).

Pelepasan yang dimulai pukul 07.00 WIB itu diikuti pelajar Pramuka dari jenjang SD hingga SMA sederajat, jajaran Forkopimda, dan kepala OPD. Pasukan membawa bendera Merah Putih, tunas kelapa, serta bendera semaphore sebelum menempuh rute awal sejauh sekitar 3,5 kilometer menuju Kantor Camat Blora Kota.

Dalam amanatnya, Budhe Rini, sapaan akrab Wabup Blora membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) Pramuka Jawa Tengah. Ia menekankan bahwa ETK bukan sekadar estafet simbol Pramuka, tetapi juga sarana menanamkan kepedulian, kerja keras, kemandirian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Jaga kesehatan, keselamatan, dan kekompakan selama perjalanan. Tebarkan pesan positif, kedamaian, dan kepedulian di setiap wilayah yang dilalui,” pesan Budhe Rini.

Budhe Rini mengatakan tema Hari Pramuka ke-65, yakni “Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”, harus diterjemahkan melalui aksi nyata. Menurutnya, semangat Ngopeni dan Nglakoni mendorong anggota Pramuka untuk peduli lingkungan sekaligus bekerja keras dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Budhe Rini juga mengingatkan generasi muda menghadapi perubahan cepat akibat perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, perubahan iklim, hingga tantangan ketahanan pangan dan energi. Karena itu, pendidikan kepramukaan harus tetap menguatkan karakter, etika, gotong royong dan semangat kebangsaan.

“Teknologi memberi kemampuan yang semakin besar, tetapi karakterlah yang memberi arah agar kemampuan itu digunakan untuk kebermanfaatan,” tegas Budhe Rini.

ETK Kwarcab Blora selanjutnya menempuh perjalanan sekitar 50 kilometer menuju Kwarcab Grobogan. Ketua Panitia ETK 2026, Kak Yatni, mengatakan perjalanan dibagi menjadi delapan etape dengan waktu tempuh sekitar sembilan jam.

“Kami berangkat dari Lapangan Kridosono Blora menuju Kwarcab Grobogan dengan jarak tempuh sekitar 50 kilometer yang terbagi dalam delapan etape,” ujar Yatni.

Delapan etape tersebut meliputi rute dari Blora Kota, Klopoduwur, Randublatung, Bekutuk, Pengkoljagong, Jati hingga Balongkal dan berakhir di perbatasan Blora-Grobogan di Desa Singget. Di titik tersebut dilakukan serah terima Pasukan ETK dari Kwarcab Blora kepada Kwarcab Grobogan.

Sepanjang perjalanan, Pasukan ETK mendapat sambutan dari pelajar Pramuka dan masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat kepramukaan di tengah masyarakat.

Salah seorang peserta, Ridhwan (15), mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai Pramuka memberi banyak pengalaman, terutama dalam membangun kemandirian, kedisiplinan dan kecintaan terhadap tanah air.

“Selama mengikuti Pramuka, banyak ilmu yang saya peroleh tentang kemandirian, kebangsaan, cinta tanah air, dan kedisiplinan,” ujar Ridhwan.***