Berita

ZMODIS Resmi Beroperasi, Penjahit Mustika Didorong Go Digital

×

ZMODIS Resmi Beroperasi, Penjahit Mustika Didorong Go Digital

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) – Pemkab Blora bersama BAZNAS mendorong Kelompok Penjahit Mustika meningkatkan kapasitas usaha melalui Zona Modis (ZMODIS). Tak hanya mendapat tambahan peralatan produksi, para penjahit juga didorong memperluas pasar melalui pemasaran digital.

ZMODIS resmi beroperasi setelah Bupati Blora Arief Rohman menyerahkan bantuan lima mesin jahit, tiga mesin obras, dan fasilitas tempat usaha senilai Rp. 55.325.000 kepada Kelompok Penjahit Mustika di Jalan Dr. Sutomo Lorong 3, Kelurahan Tempelan, Kecamatan Blora, Selasa (15/09/2026).

Geliat ZMODIS langsung terlihat setelah peresmian. Seorang pelajar SMA datang memperbaiki celana sekolahnya yang robek dan langsung dilayani penjahit.

Kehadiran pelanggan tersebut menandai ZMODIS mulai berfungsi sebagai sentra jasa jahit dan permak bagi masyarakat, bukan sekadar fasilitas pemberdayaan.

Pemkab Blora mendorong ZMODIS terus berkembang melalui penguatan alat produksi, keterampilan, pelayanan, dan pemasaran digital. Dengan dukungan tersebut, Kelompok Penjahit Mustika diharapkan semakin produktif, mandiri, dan mampu menjangkau pasar lebih luas.

Perwakilan Kelompok Penjahit Mustika, Tono, mengatakan usaha yang dijalankan 12 penjahit tersebut telah memiliki pelanggan tetap.

“Setiap bulan sekitar 50 pelanggan. Setiap penjahit di sini sudah memiliki pelanggan tetapnya masing-masing,” kata Tono.

Ia berharap dukungan peralatan produksi dapat kembali ditambah untuk mengimbangi kebutuhan pelanggan.

“Saya berharap ke depannya ditambahkan lagi bantuan mesin jahitnya lima lagi, Pak Bupati,” ujarnya.

Sementara itu, penjahit senior Mbah Sumarni mengaku bersyukur mendapat bantuan tersebut. Ia mengatakan telah menekuni pekerjaan menjahit sejak masih muda.

“Sampun dangu, Pak Bupati, sejak bujang sampun jahit. Maturnuwun sanget, Pak Bupati sampun dibantu,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Mas Arief, sapaan akrab Bupati Blora memastikan peningkatan kapasitas penjahit akan menjadi perhatian pemerintah melalui pelatihan. Menurut Mas Arief, bantuan tersebut tidak sekadar bersifat sosial, tetapi diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui usaha produktif.

“Bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi umat melalui program-program yang produktif seperti ini,” ujar Mas Arief.

Mas Arief meminta fasilitas tersebut dimanfaatkan dan dirawat dengan baik. Di sisi lain, para penjahit juga diminta tidak hanya mengandalkan pelanggan datang langsung, tetapi mulai membangun pasar melalui media digital.

“Sekarang zamannya digital. Manfaatkan WhatsApp, Facebook, Instagram, TikTok, dan media sosial lainnya untuk promosi,” tegas Mas Arief.

Menurut Mas Arief, kualitas produk harus berjalan beriringan dengan pelayanan dan promosi. Dengan tiga hal tersebut, ia berharap pelanggan ZMODIS semakin bertambah.

“Kalau jahitannya bagus, promosinya bagus, pelayanannya bagus, insyaallah pelanggan semakin banyak yang datang,” kata Mas Arief.

Mas Arief juga mendorong peningkatan keterampilan para penjahit melalui pelatihan atau kursus. Langkah itu diharapkan mampu meningkatkan model dan kualitas jahitan sehingga usaha semakin kompetitif.

“Nantinya penjahit yang ada di sini diberikan pelatihan atau dikursuskan supaya model dan kualitas jahitannya semakin meningkat, dan pelanggan semakin puas,” ujar Mas Arief.

Ketua BAZNAS Kabupaten Blora H. Sutaat mengatakan bantuan ZMODIS merupakan bagian dari upaya mendorong penerima manfaat agar tidak berhenti pada bantuan, tetapi mampu mengembangkan usaha secara mandiri.

“Kami berharap bantuan ini tidak hanya menjadi sarana untuk menunjang kegiatan usaha, tetapi juga membantu masyarakat agar semakin mandiri secara ekonomi,” ujar Sutaat.

Ia berharap mesin jahit, mesin obras, dan fasilitas usaha yang diberikan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas pasar.

“Semoga mesin jahit dan mesin obras yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, meningkatkan produktivitas, memperluas usaha, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan anggota Kelompok Penjahit Mustika,” pungkas Sutaat.***