Scroll untuk baca artikel
Example 300x600
Example floating
Example floating
Example floating
HL

Achlif : Pemuda Harus Hilangkan Blaming, Excuse dan Justify

×

Achlif : Pemuda Harus Hilangkan Blaming, Excuse dan Justify

Sebarkan artikel ini

BLORA, BE – Sebagai organisasi yang ada di pelosok desa hingga kota, karang taruna diharapkan dapat menjadi pelopor sekaligus motor penggerak ekonomi desa dengan memanfaatkan potensi di daerah dan menjadi penggerak masyarakat dalam kehidupan sosial.

Hal ini disampaikan Ketua Karang Taruna Kabupaten Blora, Achlif Nugroho saat ditemui Blora Ekspres di sela-sela acara Bulan Bakti Karang Taruna 2019 berlangsung di Kebun Durian Dusun Nglawungan Desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan, Selasa (24/12).

Peran pemuda harus menjadi pelopor dalam kemajuan segala bidang. Khususnya dalam hal ekonomi kreatif. Karena dinyakini saat ini sektor ekonomi kreatif menjadi kebutuhan di tengah masyarakat agar bangsa Indonesia bisa maju.

“Karang Taruna di setiap desa di Kabupaten Blora bisa memainkan di peran sektor itu (ekonomi kreatif). Dengan harapan dapat menjadi agen perubahan dan mampu mengatasi persoalan sosial, termasuk persoalan ekonomi di desa,” ujar Achlif.

“Semua anggota karang taruna bisa bergerak mengembangkan potensi daerahnya. Semuanya harus bergerak agar bisa menciptakan lapangan kerja di desa, untuk membantu mengatasi persoalan pengangguran,” kata Achlif.

Achlif membeberkan, pemerintah mengucurkan dana yang sangat besar setiap tahunnya untuk desa. Jika disinergikan, Achlif meyakini karang taruna menjadi motor penggerak pembangunan dan perekonomian bagi desa.

Menurutnya, sinergitas pemerintah desa dengan karang taruna diantaranya upaya mendukung kemandirian ekonomi desa. Di tingkat desa, karang taruna dan pemerintah desa melalui BUMDes bersinergis membangun pola kerjasama yang saling menguntungkan dan saling mendukung pergerakan ekonomi di desa menangkap peluang usaha lokal.

“Harus juga ditopang oleh SDM dan sumber daya modal dan berjalan beriringan, agar kemandirian ekonomi dapat diwujudkan,” ujarnya.
Pergerakan ekonomi di desa, lanjut Achlif, menjadi penunjang perkembangan ekonomi daerah, dan pergerakan ekonomi daerah menunjang perekonomian nasional.

Karang taruna memiliki Sumber SDM yang mempunyai semangat dan jiwa berani, sedangkan BUMDes memiliki sumber daya modal yang dapat disalurkan untuk menjalankan usaha sekaligus menggerakan roda perekonomian di tingkat desa.

“Yang tidak kalah pentingnya adalah harus ada komitmen dari semua pihak, khususnya dari kepala desa masing-masing,” jelasnya.

Apabila pemuda sudah memainkan peran di sektor ekonomi kreatif, lanjut Achlif, pemuda juga akan selalu dituntut lebih kreatif dalam segala hal yang terkait dengan ekonomi. Sehingga pemuda bisa menggerakkan masyarakat.

Disisi lain, Achlif juga meminta peran pemuda agar menjadi benteng dalam menciptakan keamanan dan ketenangan masyarakat.

“Saat ini mari kita rubah pandangan pemuda dianggap sebagai pemalas. Hilangkan tiga kata, blaming, excuse, justify,” terangnya.

Blaming disini, ungkap Achlif, sudah tidak waktunya hanya menyalahkan tanpa memberi solusi.

“Mari kita berkreasi, sudah tidak waktunya lagi menyalahkan. Orang yang hanya menyalahkan tanpa memberi solusi itu tandanya orang tersebut tidak mampu,” ungkapnya

“Yang kedua, selalu menyalahkan dengan keadaan yang ada dan mencari kebenaran sendiri.”

Dan yang terakhir, Achlif berpesan, pemuda jangan hanya menyalahkan dan mencari kebenaran sendiri tanpa memberi solisi.

“Pemuda harus berfikir kreatif. Jika diberi keaempatan, kerjakan untuk mencapai target yang tepat sasaran.” ujarnya.

Terlebih lagi saat ini memasuki tahun politik sangat tentan terjadi gesekan di masyarakat.

“Apabila ada hal yang sekiranya menimbulkan konflik di masyarakat pemuda harus ambil peran untuk menciptakab kondusifitas desa,” pungkas politisi Partai Persatuan Pembangunan ini.***(Ely)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *