Petugas Adhoc KPU Blora Jalani Rapid Tes, 270 Petugas Reaktif, 20 Terpapar Covid-19

BLORA, (blora-ekspres.com) – Seluruh panitia Ad Hoc pilkada Kabupaten Blora menjalani rapid test covid-19. 10.356 dari 20.743 anggota PPS, staf sekretariat PPS, KPPS dan petugas Linmas Pilkada Blora 2020 telah melaksanakan rapid test (tes medis cepat) di hari kesebelas, Kamis (19/11/2020).

Hasil pemeriksaan dari petugas medis Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat terdapat 270 reaktif dan 20 positif terpapar virus corona. Selanjutnya mereka akan menjalani swab test oleh Tim Gugus Tugas Penanggulangan (TGTP) Covid-19.

Di Blora, total petugas badan adhoc KPU di level desa, kelurahan dan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang menjalani rapid test 20.743 (bukan 20.752 orang, Red), tersebar di 295 desa dan kelurahan di 16 wilayah kecamatan.

Rapid test digelar bertahap. Mulai 7-24 November 2020. Petugas badan ad hoc KPU ini, menjalani rapid test bertahap di 26 Puskesmas, balai desa, balai kelurahan, dua Rumah Sakit Umum (RSU) dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Pejabat pelaksana tugas (Plt) Dinkes Blora, Henny Indriyanti mengatakan, telah melakukan rapid test terhadap 10.356 petugas jajaran KPU. Hasil sementara, ada 270 reaktif dan 20 petugas adhoc positif covid-19.

Menurut Henny, pada hari keempat memang baru 230 petugas yang reaktif, dan 19 orang positif. Masuk hari kesebelas, terdekteksi tambah 40 orang reaktif, dan satu yang positif covid-19.

Rapid test masih terus berlanjut terhadap 10.386 orang lagi, sehingga diperkirakan jumlah reaktif bisa bertambah, termasuk yang positif covid-19 bisa jadi akan terus bertambah, karena saat ini hasil lab-swab test belum semuanya turun.

“Mudah-mudahan yang positif terpapar virus corona tidak nambah lagi, cukup 20 orangitu saja,” harap mantan Henny.

Dijelaskan Henny, bagi petugas jajaran KPU yang reaktif, dilanjut dengan program lab-swab test untuk mendeteksi mereka yang positif covid-19. Tapi bagi petugas yang enggan di swab test pihaknya tidak bisa memaksa.

Sementara Ketua KPU Kabupaten Blora, M. Khamdum, menjelaskan, bagi anggota PPS, staf sekretariat PPS, KPPS dan Linmas yang reaktif dari pemeriksaan rapid test wajib ikut program swab test.

Kepada semua petugas yang reaktif, sementara ini menjalani isolasi mendiri, namun jika hasil lab swab test-nya negatif tertular virus corona, mereka bisa kembali menjalankan tugas sebagai penyelenggara pilkada.

Sedangkan bagi petugas yang hasil swab-test ternyata positif tertular virus corona, lanjut Khamdun, harus menjalani karantina dan tugas-tugasnya akan diampu dan ditangani oleh petugas lainnya.

“Khusus pelaksanaan rapid test dan swab test, KPU menyerahkan sepenuhnya pada Dinkes,” tandas Khamdum.

Terkait kegiatan rapid test ini, tidak akan berpengaruh terhadap status dan kinerja anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS), staf sekretariat PPS, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas), tandas Khamdun.

“Dilaksanakan rapid test dan lab swab test ini, adalah komitmen KPU dalam menciptakan Pilkada yang aman dan sehat dari covid-19,” pungkas Khamdum.***(Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.