Antisipasi Longsor, 200 Pohon Ditanam di Tepi Jalan Desa Karangasem

REMBANG, (blora-ekspres.com) – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan bersama dengan masyarakat desa Karangasem, kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang melakukan penanaman pohon trembesi dan dan Kepoh sebagai upaya antisipasi longsor di kawasan sepadan sungai di pinggir jalan penghubung Desa Karangasem dan Dukan Tlogo.

Administratur KPH Mantingan Widodo Budi Santoso melalui Asper BKPH Ngiri Moch.Tafif menjelaskan kawasan sepadan sungai ini sering longsor ketika sedang digarap oleh masyarakat.”

Penanaman ini merupakan tindak antisipasi terjadinya longsor kawasan sepadan sungai ini sering longsor ketika sedang digarap oleh masyarakat,” terang Moch.Tafif kepada awak media, Minggu (17/01/2021).

 

Lebih lanjut, Moch.Tafif menegaskan, kawasan ini tidak boleh lagi untuk digarap mengingat bila hujan lebat tanah longsor dan bisa menutup akses jalan Penghubung dari Desa Karangasem ke dukan Tlogo.

“Ini merupakan salah satu akses yang menuju ke dusun Tlogo. Jadi kami berharap masyarakat desa Karangasem ikut merawat dan menanam 150 pohon trembesi dan 50 pohon kepoh dikawasan sepadan sungai ini,” ujar Moch.Tafif.

Perlu diketahui, kawasan ini masuk Petak 100 E. Moch.Tafif juga berharapan kawasan ini menjadi kawasan perlindungan. Jika hujan datang, tanah di kawasan sepadan sungai ini dapat penyerap air hujan, sehingga datang memperbanyak sumber mata air. Selain itu sungainya dapat dipergunakan mengalirkan air sepanjang musim.

“Kita tanam trembesi dan tanaman kepoh sebagai penyangga supaya tanah sepanjang lereng ini bila musim hujan akan tetap terjaga dan tidak longsor menutup jalan penghubung ini,” terang Moch.Tafif.

 

Sementara, Kepala desa Karangasem Rosidi menyambut baik dengan kegiatan penanaman di lereng sepadan sungai ini. ia juga mengingatkan kepada masyarakat Karangasem dan dukuhan Tlogo untuk tidak lagi menggarap tanah di sekitar kawasan jalan penghubung ini agar nantinya jalan ini tidak longsor lagi.

“Kawasan ini harus ditanamai dengan tanaman keras dan besar. Supaya pada musim hujan tiba, air tidak mengalir deras bisa ditahan dan diserap oleh tanaman yang berakar tunjang dan banyak,” terang dia.

Ia juga berpesan kepada Ketua LMDH Wanalaga agar tetap memberikan pengawasan dalam penanaman di lereng kawasan ini dan menjaga serta memelihara agar tanaman yang ditanam bisa hidup dan cepat besar untuk bisa menahan derasnya air hujan bila musim hujan telah tiba.

“Tahun 2019 lalu kawasan ini longsor. Tahun 2021 ini kita tanam dan tata kembali kawasan ini tidak lagi di garap tapi kita tanami tanaman trembesi dan Kepoh,” pungkasnya.***(Red/Git)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.