Harga Kedelai Mahal, Pengrajin Tempe di Blora Putar Otak untuk Bertahan

BLORA, (blora-ekspres.com) – Melonjaknya harga kedelai sejak pertengahan Bulan Desember 2020 lalu, membuat para pengrajin tempe di Blora resah. Pasalnya, hal itu sangat mempengaruhi penghasilan mereka.

Berbagai cara dilakukan agar mereka bisa terus bertahan untuk memproduksi tempe, meski untungnya tak bisa sebesar sebelumnya.

Seperti yang dilakukan Katini (55) perajin tempe di Jl Serayu Kelurahan Kedungjenar Kecamatan Blora kota ini memilih mengurangi ukuran produknya untuk mensiasati agar tidak menaikkan harga jual.

Menurut ibu tiga anak ini, tingginya harga kedelai memaksa dirinya ikut menaikkan harga jual tempe.

“Harga kedelai naik, ya harga juga saya naikkan mas. Saya ini kan jual kiloan. Per kilonya saya naikkan 2 ribu juga, yang biasa 10 ribu jadi 12 ribu. Kalau ukuran tetap sama tidak saya perkecil,” ungkapnya, Selasa (05/01/2021).

Katini mengaku sudah sejak tahun 1977 berjualan tempe. Setiap harinya ia biasa membuat tempe sebanyak 40-50 kilo.

“Kalau produksi saya itu minimal 40 kilo, tapi kalau pesanan banyak bisa sampai 50 kilo. Yang beli kan warga sini saja, yang banyak jualan keripik tempe,” ujarnya.

Meski harga kedelai tinggi, tidak membuat ia mengurangi produksinya. Saat ini produksi tempenya masih sepeti saat harga kedelai belum naik.

“Produksi tetap sama saja. Kan yang beli juga tidak berkurang. Cuma harga saya naikkan saja. Dan pembeli saya itu rata-rata sudah paham, kalau tempe naik pasti kedelai harganya naik,” terangnya.

Meski begitu, dirinya berharap agar harga kedelai bisa kembali turun. Agar beban masyarakat tidak terlalu berat.

“Karena untuk menaikan harga tahu itu tidak efisien, ya bisa saja sebenarnya, tapi pelanggan lebih bisa menerima kalau ukurannya yang di kurangi,” ujarnya.

“Kalau harapan saya kedelai turun lagi, kembali ke awal 7 ribu. Apalagi ini lagi musim Corona biar masyarakat tidak terlalu berat bebannya,” harapnya.

Ia berharap agar pemerintah segera bertindak, agar harga kedelai tidak terus alami kenaikan yang bisa memberatkan para pengrajin tempe.***(Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.