Ibadah Haji 2020 Ditiadakan, 617 Jamaah Haji Blora Batal Berangkat

BLORA, (blora-ekspres.com) – Sebanyak 617 calon jemaah haji asal Blora batal berangkat tahun ini setelah Kementerian Agama meniadakan ibadah haji ibadah tahun ini.

“Keputusan tersebut tertuang di dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) 494 tentang pembatalan keberangkatan jamaah haji pada penyelenggaraan jemaah haji tahun 2020,” kata Kasi Urusan Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Blora, Dwiyanto kepada media di kantornya, Selasa, (02/06/2020).

Menurut Dwiyanto, menteri agama sudah memberikan keterangan resmi tentang meniadakan pemberangkatan ibadah haji pada tahun ini.

“Jadi sudah resmi Indonesia tidak memberangkatkan haji pada tahun ini karena masih mewabahnya Covid-19, keputusan pak menteri ini sudah final,” ujarnya.

Dengan demikian, pihaknya juga telah menyampaikan menyikapi KMA ini pihaknya akan menindaklanjuti, akan membuat pemberitahuan secara resmi tertulis ditujukan kepada seluruh calon jamaah haji di Kabupten Blora.

“Saya akan segera memberitahukan KMA ini, secara resmi maupun melalui WA grup, kepada seluruh calon jamaah haji di Blora,” ucap Dwiyanto.

Menrutnya ada sekitar enam ratus tujuh belas calon jamaah haji yang sudah siap untuk menunaikan ibadah haji, mereka akan tergabung dalam kloter 92, 93 dan 94.

“Rencananya 617 calon jamaah haji itu, akan berangkat pada 25 Juli 2020 mendatang, namun karena ada KMA mereka batal berangkat tahun ini,” imbuhnya.

Sementara salah satu calon jamaah haji, Adi Santoso, warga Kelurahan Tempelan, Kecamatan Blora, mengaku agak kecewa. Namun karena memang kondisinya seperti ini ia ikhlas dan berlapang dada.

“Rencana saya berangkat dengan istri saya, Ika Wulan Prafitri, dan ibu saya Soetijam, namun karena sudah menjadi keputusan Pemerintah kami berlapang dada menerimanya, semoga ini menjadi yang terbaik bagi kami,” ungkap Adi Santoso.

Dengan ditundanya pemberangkatan ibadah haji oleha Pemerintah Indonesia, lanjutnya, ia berharap dan berdoa untuk diberikan kesehatan kepada seluruh calon jamaah haji, agar bisa bersama -sama menunaikan ibadah haji tahun depan sesuai jadwal yang ditentukan pemerintah.

Pihaknya tidak menyalahkan Pemerintah Indonesia, karena Pemerintah sudah memenuhi kewajibanya, berusaha koordinasi dengan pemerintah Arab Saudi. Namun demi keselamatan kesehatan calon jamaah haji, Pemerintah mengambil kebijakan, membatalkan pemberangkatan ibadah haji tahun 2020.***(Red/Ely)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.