Terlambat 3,5 Jam, Akhirnya Pesawat King Air 200GT Mendarat di Bandara Blora

BLORA, BE – Uji coba runway Bandara Blora, atau lebih terkenal dengan sebutan bandara Ngloram Kecamatan Cepu Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu, (11/01/2020) berjalan berjalan mulus.

Meski mengalami keterlambatan 3,5 jam, akhirnya pesawat King Air 200GT mendarat di Bandara Blora. Semula dijadwal, pesawat akan mendarat pukul 13.00 wib. Namun, pukul 16.23 wib pesawat baru mendarat.

Hal tersebut dikarenakan adanya peralihan jadwal peninjauan. Semula ke Blora peninjauan awal, di alihkan peninjauan ke wilayah Karimun Jawa terlebih dahulu.

Setelah melakukan pendaratan di Bandara Ngloram, Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti menyampaikan bahwa pendaratan dapat dilakukan dengan baik pada runway sepanjang 1.200 meter tersebut. Beliau berharap, Bandara Ngloram segera dapat beroperasi secara komersil, agar dapat menghubungkan masyarakat setempat dengan daerah-daerah di sekitarnya.

“Alhamdulillah kalau dari hasil pendaratan secara visual bagus, tapi landasan nanti akan di cek secara teknis, hari ini sudah mulai di tes. Bandar udara ini mulai dibangun di tahun 2019, sekarang panjang landasannya 1.200 m. Mudah-mudahan bisa segera dioperasikan untuk pesawat sejenis ATR 72 (secara) terbatas. Saya berharap dengan keberadaan bandar udara ini bisa membantu masyarakat disini untuk dapat terhubung lebih cepat dengan tempat-tempat lain di sekitar sini,” ungkapnya.

Sementara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akan melakukan pembangunan di Bandara Ngloram, Blora, Jawa Tengah ini lebih progresif, karena untuk tanahnya sudah selesai semuanya. “Oleh karena itu, kita telah menyediakan anggaran untuk lakukan pembangunan,” ujarnya.

Anggaran tersebut disiapkan untuk mengcover dua hal yaitu perpanjangan runway dan pembangunan terminal Bandara Ngloram. Target pembangunannya sendiri diharapkan sudah selesai dan beroperasi secara komersil pada Tahun 2021.

Menhub Budi mengatakan menugaskan Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti dan Direktur Bandar Udara Praminto Hadi untuk melakukan test flight terlebih dahulu hari ini.

“Jadi sekarang ini penerbangan perdana oleh saya itu baru boleh dilakukan kalau ada test flight terlebih dahulu. Sekarang sedang dilakukan oleh Bu Dirjen dan Pak Direktur Bandara, kalau bagus mungkin bulan depan saya ke saya mau ajak Pak Gubernur nanti,” jelas Menhub.

Direncanakan Menhub akan berkunjung ke Bandara Ngloram bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bulan depan.

Perlu diketahui, pendaratan King Air di Bandara meruoakan yang pertama kalinya setelah mangkrak hampir 34 tahun.

Sementara itu, Kepala Kantor (Kakan) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Dewandaru-Karimunjawa, Yoga Komala mengatakan, tertundanya uji coba Bandara Blora semula direncanakan akhir Desember 2019, terkait persiapan administrasi dan teknis dalam operasional penerbangan.

“Namun secara umum, runway (landasan pacu) sudah siap untuk landing dan take off pesawat, kata Yoga.

Yoga juga memastikan, progres pembangunan Bandara sudah rampung secara teknis, dan landasan pacu (runway) siap diuji coba untuk pendaratan pesawat.

Perlu diketahui, reaktivasi (pengaktifan kembali) Bandara Blora berjalan lancar, dan rampung tepat waktu.

Kelak Bandara ini bisa untuk melayani penerbangan masyarakat Blora, Cepu, Grobogan, Rembang, Bojonegoro, Ngawi, Tuban (Jatim) dan sekitarnya.***(Ely)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.