Terungkap, Teka-Teki Kematian Mayat Wanita Dalam Kamar Kos di Blora

BLORA, (blora-ekspres.com) – Teka-teki kematian Rani Fatmawati seorang wanita SPG kosmetik yang ditemukan meninggal dan mayatnya membusuk di kamar kost yang berada di Jalan Nusantara, Kelurahan Jetis, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Selasa (12/05/2020) kemarin diduga karena sakit yang sudah dialami oleh korban sudah sejak lama.

Kronologi penemuan mayat korban diawali pada pukul 12.00 Wib pelapor Tohir Suwarno (60) yang juga merupakan pemilik kost yang hendak menyalakan listrik aliran air mencium bau tak sedap dan sempat mencari sumbernya.

“Awalnya pemilik kost hendak menyalakan listrik aliran air. Saat mencium bau tak sedap dan sempat mencari sumbernya. Ketika melihat pintu kamar korban, terlihat banyak hewan lalat dan bau bangkai semakin menyengat,” ungkap Kapolres Blora, AKBP Ferry Irawan melalui Kasat Reskrim, AKP Setiyanto saat ditemui media di Mapolres Blora, Rabu (13/05/2020).

Pemilik kost, lanjut AKP Setiyanto mencoba mendatangi tempat kerja korban di salah satu swalayan di Blora dimana korban bekerja mencari informasi keberadaan korban.

“Setelah sampai di tempat korban bekerja, dari pimpinan swalayan, korban sudah tidak masuk kerja selama 3 hari. Dan terakhir masuk kerja Jum’at (8/05/2020) sekira pukul 14.00 Wib.

Kemudian, pemilik kost yang juga pensiunan Polri kemudian langsung melaporkannya ke Bhabinkamtibmas dan kemudian diteruskan ke Polsek Blora Kota.

AKP Setiyanto membenarkan kejadian tersebut, ketika petugas melakukan evakuasi menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap karena untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan mengingat dalam situasi wabah Covid-19.

“Ketika kami menerima laporan dari masyarakat, kami segera mendatangi TKP dan berkoordinasi dengan petugas dari Puskesmas Blora Kota dan RSUD dr R Soetijono Blora. Namun mengingat saat ini tengah dalam situasi pandemi Covid-19, maka petugas menggunakan APD lengkap ketika mengevakuasi korban,” ujarnya.

Dari hasil visum dan mengambil keterangan dari para saksi-saksi yakni teman-teman satu kosan korban. Korban meninggal dunia diduga karena sakit asam lambung akibat dari progam diet yg dilakukan korban.

Hal ini diperkuat dengan adanya obat-obatan ditemukan di TKP oleh petugas yang digunakan sebagai barang bukti. Diantaranya, obat paracetamol 500mg, obat tambah darah, obat asam lambung dan obat dexamethasone.

Berdasarkan keterangan dari para saksi-saksi korban sudah mengalami sakit lambung yg sdah lama yg diakibatkan dari progam diet yg dilakukan korban kemudian diTKP diketemukan obatobatan diantanya obat paracetamol 500mg, obat tambah darah, obat asam lambung dan obat dexamethasone.

“Dari hasil visum korban ditemukan sudah meninggal selama tiga hari dan tidak kami temukan luka-luka bekas kekerasan, akan tetapi dari keterangan para saksi dikatakan korban ini sudah sakit. Lalu kami simpulkan, korban meninggal dunia akibat sakitnya tersebut,” ungkap Kasat Reskrim.

Berdasarkan keterangan teman korban, Siswati (31) dan Siti Munaroh Ekawati (36) yang juga bekerja di swalayan tersebut saat ditemui petugas. Keduanya terakhir bertemu di tempat kerja, Jum’at (8/05/2020) sekira pukul 14.00 Wib.

“Dari keterangan kedua temannya, sekira pukul 19.00 Wib mereka datang ke tempat kost korban untuk mengantarkan pesanan salad buah dan sempat bertemu dengan korban,” terang AKP Setiyanto.

Selain Siswati dan Siti Munaroh Ekawati. Sunarti (32) salah satu taman sekantor yang sama-sama SPG, sekira pukul 07.01 Wib mendapatkan pesan Whatshapp dari korban yang meminta untuk mengirim teh hangat dan makanan serta memberitahukan bahwa korban sedang sakit.

“Pada pukul 07.01 Wib di hari yang sama, korban pesan Whatshapp kepada taman sekantor yang sama-sama SPG memberi tahu kalau dirinya sedang sakit dan meminta untuk mengantarkan teh hangat dan makanan,” ujarnya.

Namun, tambah AKP Setiyanto, saat korban dipanggil dan pintu kamar diketok korban menjawab menyuruh ditaruh didepan pintu setelah itu temannya tersebut pulang.

Kemudian, jenazah korban sudah dititip di RSUD Dr. Soetijono Blora sesuai dengan standar penanganan Covid-19 untuk dilakukan Visum.

“Mengingat saat ini situasi sedang terdapat wabah Covid-19, maka penanganan jenasah korban sesuai penanganan Covid-19,” pungkas AKP Setiyanto.***(Red/Ely)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.