Tiga Tahun Putus, Jembatan Penghubung Dua Desa di Blora Tak Kunjung Diperbaiki

BLORA, (blora-ekspres.com) – Jembatan penghubung desa Karangtengah dan desa Talokwohmojo yang ada di Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora sudah tiga tahun putus dan kunjung diperbaiki.

Putusnya jembatan utama ini disebabkan adanya aktvitas pengeboran gas oleh PT Sarana Gas Trembul (SGT) yang sedang berjalan di Desa Talokwahmojo.

Kepala Desa Talokwahmojo, Ernawan mengatakan, jembatan tersebut putus dan dibiarkan mangkrak sudah hampir 3 tahun. Hingga kini belum ada kejelasan pembangunan jembatan penghubung Desa Karangtengah dan Talokwahmojo itu.

“Itu sudah sejak 2018 pak ya jembatan itu sudah tidak bisa dilewati. Kemarin katanya habis lebaran jembatan itu sudah harus jadi, tapi sampai sekarang masih mangkrak.bkata dari pihak PT alasannya karena ada Corona,” ucap Ernawan kepada media di Balai desa setempat, Rabu (01/07/2020).

Ernawan menjelaskan, putusnya jembatan itu disebabkan banyaknya kendaraan berat yang melintas mengangkut material pengeboran. Pihaknya berharap agar PT SGT bertanggung jawab segera menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut.

“Itu salah satunya, itu kan jembatannya pendek, tergerus air, trus airnya kan meluber ke jalan. Jadi dilewati terus menerus kendaraan proyek itu kan jadinya ambles,” ujarnya.

Harapan agar jembatan segera dibangun juga disampaikan salah seorang warga bernama Piatun (54). Ia berharap jembatan segera dibangun agar bisa dilewati kembali.

“Saya mohon segera dibangun geh pak. Biar bisa dilewati lagi. Warga tidak harus muter lewat jembatan gantung lagi,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Lapangan PT SGT, Agus Pamuji menyebutkan pengerjaan jembatan akan segera dilakukan dan komitmen bulan september tahun ini akan selesai.

“Sesuai komitmen PT SGT kepada Pertamina, pengerjaan jembatan ini akan selesai pada September tahun ini. Memang kemarin ada kendala karena ada covid ini. Tapi komitmen terakhir kemarin, PT SGT, pengerjaan jembatan akan selesai bulan September,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan, molornya pengerjaan jembatan lebih disebabkan karena adanya pengerjaan di dalam proyek yang harus diselesaikan.

“Kalau dibilang 3 tahun gak sih. Planning awal memang 2-3 tahun yang lalu. Namun karena ada scedule yang harus didahulukan. Jembatan ini tertunda bukan, tapi akan kami selesaikan setelah pekerjaan di dalam aelesai,” tandasnya.***(Red/Ely)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.