Scroll untuk baca artikel
Example 300x600
Example floating
Example floating
Example floating
HL

TPS Limbah B3 Ash, Fasilitas Baru Milik PG Blora

×

TPS Limbah B3 Ash, Fasilitas Baru Milik PG Blora

Sebarkan artikel ini

BLORA, BE – Adanya pemberitaan sebelumnya, Pabrik Gula (PG) Blora PT. Gendhis Multi Manis (GMM) terus melakukan benah dengan melangkapi sejumlah fasilitas baru berupa tempat penampungan sementara (TPS) limbah B3 fly ash, berlokasi di komplek PG, Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Blora, Jawa Tengah.

Sejumlah fasilitas baru yang dimiliki PG Blora milik PT. GMM diharapkan kedepannya menjadi PG percontohan.

Salah satunya berupa fasilitas yang telah memerperoleh rekomendasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DHL), yakni fisik penampungan sementara (TPS) limbah non-ash di dalam kompleks PG.

PT GMM Bulog sendiri, sangat peduli dengan keamanan lingkungan dari limbah B3 ash, sehingga pembangunan TPS itu patuh aturan yang ada, antara lain melalui proses tender penunjukan kontraktor, targetnya Desember 2019 sudah selesai.

“Pembangunan TPS limbah B3 fls ash sudah rampung akhir Desember 2019, jadi ini sudah sesuai target manjemen,” jelas Direktur Operasional (Dirops) PT GMM Bulog, Ihsan, Minggu (5/1/2020).

Menurut Ihsan, pembangunan TPS limbah B3 fly ash (eks pembakaran batu bara), adalah untuk melengkapi TPS limbah non-ash permanen yang sudah lebih dulu dibangun.

Pejabat dari Dinas Lingkunan Hidup (DLH) Kabupaten Blora, juga sudah turun mengecek bangunan TPS limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) fly ash tersebut, jelas Ihsan lagi.

Perlu diketahui, PG PT GMM Bulog di Blora berkonsep sugar green industy dengan memiliki kemampuan giling sampai 6.000 Tcd (6.000 ton) tebu perharinya, namun selama ini baru direalisasi sekitar 4.300 ton tebu perday.

Namun karena PG saat ini masih dalam kondisi tidak beroperasi (off produksi), fasilitas itu baru akan difungsikan untuk musim giling tebu rakyat 2020 mendatang, karena sejak September 2019 lalu PG Blora sudah stop giling.

“PG Blora sudah hampir lima bulan stop giling, karena tebu petani sudah habis penen sejak September 2019,” tambah Dirops PT GMM Bulog.

Dalam memproduksi, PG pelat merah itu tetap menjaga agar kualitas gula tetap putih dan bersih, antara lain dilakukan dengan program cleaning service terencana.***(Hum/Ely)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *