Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaKesehatan

SPPG Ngawen 1 Resmi Kantongi SLHS dari Dinkesda Blora

×

SPPG Ngawen 1 Resmi Kantongi SLHS dari Dinkesda Blora

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BLORA, (blora-ekspres.com) – Komitmen Pemerintah Kabupaten Blora dalam memastikan mutu dan keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dibuktikan. Melalui Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora, pemerintah daerah kembali menerbitkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur penyedia makanan MBG yang memenuhi seluruh standar kesehatan dan kebersihan.

Kali ini, SPPG Ngawen 1 menjadi salah satu yang berhasil meraih sertifikat laik higiene sanitasi setelah dinyatakan memenuhi kriteria yang ditetapkan. Penerbitan sertifikat tersebut dilakukan setelah tim Dinkesda Blora melakukan pemeriksaan lapangan secara menyeluruh terhadap aspek sarana, kebersihan, sumber air, hingga pengelolaan limbah dapur.

Ayo Ikutan...!!!
Example 300x600

Kepala Dinkesda Blora, Edi Widayat menjelaskan, sertifikasi ini merupakan bagian dari upaya menjamin keamanan dan kualitas makanan yang disajikan dalam program MBG. Edi Widayat juga mengapresiasi semangat pengelola SPPG Ngawen 1 yang mampu menunjukkan kinerja baik selama proses pemeriksaan.

“SPPG Ngawen 1 sudah dinyatakan laik karena memenuhi seluruh indikator higiene dan sanitasi. Mulai dari kebersihan dapur, penggunaan air bersih, hingga perilaku penjamah makanannya sudah sesuai standar,” ujar Edi Widayat, saat dihubungi melalui sambungan seluler, Kamis (16/10/2025).

Edi, panggilan akrabnya menambahkan, hingga saat ini terdapat 33 SPPG di Kabupaten Blora yang telah mengajukan sertifikat laik higiene sanitasi dan lima di antaranya sudah diterbitkan, termasuk SPPG Ngawen 1. Sementara SPPG lainnya masih dalam proses verifikasi dan pembinaan oleh tim kesehatan lingkungan Dinkesda.

“Kami siap membantu seluruh SPPG yang masih dalam proses pengajuan. Dinkesda terbuka untuk memberikan pendampingan, baik terkait kelengkapan administrasi maupun pembenahan teknis di lapangan,” lanjut Edi.

Dengan diterbitkannya sertifikat laik higiene sanitasi untuk SPPG Ngawen 1, Dinkesda Blora berharap hal ini menjadi contoh bagi SPPG lain di wilayah Kabupaten Blora. Program MBG yang dijalankan pemerintah daerah tidak hanya menargetkan pemberian makanan bergizi, tetapi juga jaminan keamanan pangan yang higienis dan layak konsumsi.

Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan Bupati Blora, Arief Rohman, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan MBG di lapangan.

“Penerapan standar higiene sanitasi adalah kunci agar program MBG tidak menimbulkan masalah kesehatan. Dinkesda akan terus memperluas sertifikasi ke seluruh SPPG,” tegas Edi.

Menurut Edi, sertifikat laik higiene sanitasi bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi jaminan keamanan pangan bagi masyarakat penerima manfaat program MBG. Karena itu, pihaknya mengingatkan agar seluruh pengelola SPPG terus menjaga kebersihan dan kualitas dapur seperti saat dikunjungi tim pemeriksa.

“Kami berpesan agar jangan hanya bersih saat penilaian saja. Terus pertahankan semangat dan standar yang baik setiap hari, supaya makanan yang disajikan selalu aman, bergizi, dan layak konsumsi,” tegas Edi.

Pihak Dinkesda Blora memastikan akan terus mendorong seluruh dapur penyedia MBG di setiap kecamatan agar mengikuti jejak SPPG Ngawen 1. Selain itu, evaluasi rutin juga akan dilaksanakan guna memastikan standar higiene dan sanitasi tetap terjaga pasca-sertifikasi.

“Harapan kami, seluruh 33 SPPG di Blora segera memenuhi syarat dan mendapatkan sertifikat laik higiene sanitasi. Ini bagian dari komitmen kita bersama untuk menjaga kesehatan generasi penerus,” harap Edi.

Lima SPPG yang sudah mengantongi sertifikat SLHS dari Dinkesda Blora diantaranya, SPPG Kodim, SPPG Tobo, SPPG Ngawen 1, SPPG Tutup dan SPPG Gagaan.

Sementara itu, mitra pengelola SPPG Ngawen 1, Febrian Candra menyampaikan rasa syukur atas terbitnya sertifikat tersebut. Ia menilai capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim dapur serta bimbingan dari pihak puskesmas dan Dinkesda Blora.

“Kami berterima kasih kepada Dinkesda dan Puskesmas Ngawen atas arahan dan pembinaannya. Sertifikat ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menjaga mutu dan higienitas dalam penyajian makanan bagi anak-anak penerima MBG,” kata Candra.

Menurut Candra, capaian ini merupakan hasil kerja keras tim dapur dan dukungan lintas sektor, baik dari Dinkesda Blora dan Forkopimda Blora. termasuk puskesmas setempat dan pihak kecamatan.

“Kami berterima kasih atas bimbingan Dinkesda dan Puskesmas Ngawen. Sertifikat ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kebersihan, disiplin, dan mutu makanan yang kami sajikan setiap hari,” pungkas Candra.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *