BLORA, (blora-ekspres.com) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mulai mencairkan pinjaman daerah dari Bank Jateng untuk Tahun Anggaran 2025. Namun hingga kini, proses pencairan baru mencapai sekitar 30 persen dari total pinjaman yang telah disepakati.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPPKAD Blora, Bowo Dwi Raharja menjelaskan, bahwa pencairan tidak dilakukan sekaligus untuk menghindari beban bunga yang terlalu tinggi. Menurutnya, strategi ini sudah dihitung secara matang agar efisiensi keuangan daerah tetap terjaga.
“Kalau kita pinjam lalu langsung masuk ke Kasda, otomatis bunga langsung berjalan. Makanya kami atur, kalau bisa pencairan mendekati akhir tahun supaya bunganya tidak membebani APBD terlalu lama,” jelas Bowo, Rabu (22/10/2025).
Bowo menegaskan bahwa seluruh dana pinjaman tetap aman dan tersedia di Bank Jateng sebagai mitra resmi Pemkab Blora hasil proses beauty contest atau seleksi mitra pembiayaan.
“Bank Jateng itu siap penuh. Jadi kapan pun kita minta dipindahbukukan ke Kas Daerah, mereka langsung eksekusi. Yang penting permintaan dari kami berdasarkan progres proyek,” tegas Bowo.
Bowo mengungkapkan, pencairan pertama sebesar 30 persen atau kurang lebih Rp 54 miliar telah dilakukan pada Kamis (16/10/2025) sebagai pembayaran uang muka (Down Payment/DP) pekerjaan infrastruktur jalan.
“Saat ini sudah cair sekitar Rp 54 miliar. Itu DP untuk pekerjaan tahap awal. Begitu cair, sejak hari itu perhitungan bunga langsung mulai berjalan,” tutur Bowo.
Untuk pencairan berikutnya, lanjut Bowo, akan dilakukan secara bertahap berdasarkan progres penyelesaian proyek yang diajukan oleh Dinas PUPR. Mekanismenya disesuaikan dengan tahapan pembayaran kontrak.
“Kalau ada 5 atau 10 proyek yang sudah selesai dan diajukan pencairannya, ya kita cairkan sesuai nominal yang diminta dari DPUPR. Tidak harus menunggu semua proyek selesai,” papar Bowo.
Bowo menegaskan, Pemkab Blora akan semaksimal mungkin menahan pencairan tahap berikutnya agar mendekati akhir tahun anggaran.
“Kalau bisa, pencairan sisanya dihitung pada bulan Desember. Karena pencairan proyek itu dua kali, DP dan pelunasan akhir pekerjaan. Jadi kita atur waktu untuk efisiensi bunga,” pungkas Bowo.***











