BLORA, (blora-ekspres.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora terus berupaya menekan laju inflasi, khususnya pada komoditas bahan pangan pokok. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui inovasi BU DESI PLUS, yaitu BUMD Peduli Inflasi dan Stabilitas Ekonomi, yang saat ini masuk dalam nominasi Innovative Government Award (IGA).
Salah satu BUMD yang berperan penting dalam inovasi tersebut adalah PT BPR BKK Blora, mengingat jangkauan kantor cabangnya yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Blora.
Direktur Utama PT BPR BKK Blora, Puguh Haryono, menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung penuh upaya pengendalian inflasi di daerah. Ia menegaskan bahwa inovasi ini merupakan hasil kolaborasi seluruh BUMD di Kabupaten Blora sebagai bentuk sinergi dalam menjaga stabilitas harga.
“Ke depan, kami telah menyusun roadmap pelaksanaan kegiatan agar intervensi pasar lebih terarah. Sementara itu, selisih harga akan disubsidi oleh BUMD, dan untuk lokasi kegiatan kami selalu berkoordinasi dengan pihak kecamatan,” terang Puguh.
Puguh menambahkan bahwa pelaksanaan pasar murah tidak dilakukan langsung oleh BPR BKK Blora, melainkan melalui kerja sama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sebagai penyalur bahan pangan. BPR BKK berperan dalam penyediaan dana untuk subsidi harga komoditas yang diperlukan masyarakat.
“Kami membantu menyediakan dana subsidi agar harga bahan pokok dapat lebih terjangkau. Penentuan lokasi pasar murah juga dilakukan melalui koordinasi dengan Kecamatan,” jelas Puguh.
Puguh menjelaskan bahwa dalam kegiatan pasar murah, BUMD menyiapkan komoditas pangan pokok bekerjasama dengan Gapoktan dan memberikan subsidi sesuai kebutuhan.
“Misalnya ketika harga beras atau gula mengalami kenaikan, subsidi diberikan pada dua komoditas tersebut. Begitu pula untuk telur dan komoditas lain yang sedang naik harganya,” ujar Puguh.
Lebih lanjut, Puguh menyampaikan, bahwa BPR BKK Blora sebenarnya telah rutin melaksanakan pasar murah sebagai langkah menekan inflasi, bahkan sebelum adanya inovasi gabungan BUMD. Namun, dengan adanya kolaborasi ini, sasaran masyarakat menjadi lebih terarah dan potensi tumpang tindih lokasi dapat diminimalkan sehingga penyebaran bantuan lebih merata di seluruh wilayah kota Sate.
“Pada kegiatan sebelumnya, kami dapat memberikan subsidi hingga 300 paket di setiap titik. Jika menjelang awal tahun atau hari besar keagamaan seperti Idul fitri diperlukan jumlah lebih banyak, kami siap menambahnya,” tambah Puguh.
Puguh juga berharap adanya kesadaran dari masyarakat mampu, termasuk ASN dan perangkat desa, untuk tidak ikut membeli komoditas di pasar murah agar bantuan tersebut benar-benar tepat sasaran.
“Kami bekerja sama dengan pihak kecamatan dalam pelaksanaan operasi pasar. Dari situ dapat terlihat siapa saja yang termasuk ASN atau kelompok masyarakat lainnya. Namun yang terpenting adalah kesadaran bersama agar pasar murah diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” pungkas Puguh.***











